Berita Utama

Dibahas, Tambahan Anggaran Pendidikan Rp 46,1 Trilyun

Presiden SBY  didampingi Wapres JK memimpin ratas  membahas anggaran pendidikan 2009, di Kantor Presiden, hari Selasa (9/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin ratas membahas anggaran pendidikan 2009, di Kantor Presiden, hari Selasa (9/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (9/9) pagi memimpin rapat terbatas mengenai rencana pemanfaatan tambahan anggaran pendidikan 2009, di Kantor Kepresidenan. Ratas diikuti beberapa menteri, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menristek Kusmayanto Kadiman, Mensesneg Hatta Radjasa, Menag Maftuh Basyuni, Mendagri Mardiyanto, Kepala Bappenas Pazkah Suzetta, dan dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Mendiknas Bambang Sudibyo usai rapat mengatakan, "Akan ada kenaikan anggaran pendidikan sebanyak Rp. 46,1 trilyun, dan sebesar 14 hingga 15 persen akan dipakai untuk peningkatan kesejahteraan guru dan dosen. Dengan kenaikan tersebut diharapkan guru PNS dengan pangkat terendah, akan menerima gaji minimal Rp. 2 juta. Kemudian juga ada peningkatan kesejateraan para peneliti di luar Depdiknas. Semua dosen adalah peneliti," jelasnya. Selain itu, anggaran tersebut digunakan juga untuk percepatan penuntasan wajib belajar. "Kita juga meningkatkan anggaran pendidikan menengah, tinggi dan non formal," tambahnya.

Usai memimpin ratas, Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Menhan Juwono Sudarsono, menerima Panitia Seminar Pertahanan Negara abad ke- 21, di Kantor Kepresidenan. (mit)