Berita Utama

Buka Puasa Bersama Sekaligus Potong Tumpeng

Presiden SBY memotong tumpeng ulang tahun, didampingi Ibu Ani, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro, di Istana Negara, Selasa (9/9) petang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY memotong tumpeng ulang tahun, didampingi Ibu Ani, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro, di Istana Negara, Selasa (9/9) petang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga hari Selasa (9/9) petang mengundang para menteri dan keluarga untuk berbuka bersama sekaligus tasyakuran hari ulang tahun ke 59 Presiden SBY, di Istana Negara. Dalam acara yang penuh dengan kesederahanaan ini hadir pula Wakil Presiden M.Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah JK, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Sutanto, serta seluruh staf khusus Presiden. Mereka semua datang bersama keluarga masing-masing.

Dalam sambutannya sebelum berbuka puasa Presiden SBY mengatakan, usia Kabinet Indonesia Bersatu ini hampir empat tahun, tetapi sangat jarang para menteri beserta ibu, putra-putri, dan cucu bersilaturahmi seperti ini. ”Saya tadi berbincang-bincang dengan Pak Jusuf Kalla. Pak Jusuf, kita ini harus lebih banyak meminta maaf kepada para ibu karena hari libur pun, entah Sabtu atu Minggu, kadang-kadang malam hari, saya dan Wapres mengundang para menteri untuk melakukan pertemuan, entah melaksanakan sidang kabinet atau meninjau seluruh kepelosok negeri ini. Oleh karena itu meskipun semuanya itu dalam rangka tugas dan bukan untuk bersenang-senang, namun karena sudah mengganggu waktu keluarga, jadi para isteri, suami, putra-putri dan cucu, pada bulan suci Ramadhan ini tepat kalau saya memohon maaf,” kata Presiden SBY.

” Saya juga ingin mengucapkan terimah kasih karena kita semua mengetahui ujian, persoalan dan tantangan yang kita hadapi tidak ringan. Ada waratawan asing yang bertanya kepada saya tentang tantangan terberat selama memimpin negeri ini. Kapan? Tahun berapa? Saya katakan, empat tahun, semuanya berat karena memang banyak persoalan. Meskipun bukan hanya di negeri kita, negara lain juga mengalami, dan rakyat kita memiliki harapan yang sangat tinggi sepertinya semuanya bisa diubah seketika, semudah membalik telapak tangan. Dan kemudian banyak yang kurang sabar. Oleh karena itu lebih tertantang lagi, lebih memerlukan dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan kita semua,” ujar Presiden SBY.

Presiden juga menyampaikan terimah kasih kepada seluruh anggota kabinet atas kerja kerasnya selama ini. ”Saya bersama Wapres tidak mungkin menjalankan tugas yang luar biasa besar tantangannya ini, tanpa bantuan, tanpa kontribusi, tanpa kebersamaan diantara kita. Karena itu atas semua capaian yang telah kita capai dan masih banyak lagi pekerjaan rumah yang harus kita rampungkan, tapi semau jerih payah, pengabdian, pegorbanan anggota kabinet yang telah diberikan, tentunya saya mengucapkan terimah kasih sebesar-besarnya. Tentu ini juga kepada isteri suami dan putra-putri yang juga memberikan dorongan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu,” ujar Presiden SBY.

”Selanjutnya kita akan melangkah ke depan dan terus akan melangkah ke depan. Oleh karena itu saya berharap mari kita memperkokoh kebersamaan kita. Kerja lebih keras lagi dengan satu keyakinan dengan ridho Allah SWT, seberat apapun kendala yang kita hadapi, insya Allah ada jalan keluarnya,” kata Presiden SBY.

” Kalau hari ini bertepatan dengan ulang tahun saya, saya juga memohon doa dari semuanya. Dari Pak Jusuf Kalla beserta ibu, para menteri, handai taulan, teman-teman dekat yang selama ini bersama-sama kita, saya mohonkan doa restunya, agar sisa masa bakti saya, kita semua dapat kita tempuh sebaik-baiknya,” tandas Presiden SBY. Usai shalat magrib berjamaah, Presiden SBY memotong tumpeng nasi kuning, dan menyerahkan potongan tumpeng pertama itu kepada Ibu Ani. (win)