Berita Utama
Rabu, 10 September 2008, 13:00:02 WIB
Tinjau PT INKA Madiun
"Transportasi yang Baik Bisa Ciptakan Rasa Keadilan"
Presiden SBY dan Ibu Ani lesehan di dalam kereta api, saat meninjau PT INKA di Madiun, Jatim, hari Rabu (10/9) siang. (foto: anung/presidensby.info)
“Hari ini saya mengunjungi PT INKA, karena untuk memastikan bahwa angkutan lebaran tahun ini bisa dilakukan dengan pelayanan terbaik, dalam jumlah yang cukup. Tahun lalu, angkutan lebaran sudah dipersiapkan dengan baik dari segi angkutannya, lalu lintas, ketepatan waktu tempuh, keamanan dan kenyamanannya. Tahun ini kita berharap pelayanan tersebut bisa ditingkatkan supaya lebih baik lagi, kata Presiden.
“Menjelang lebaran, saya akan mengunjungi pusat-pusat mudik lebaran, baik itu di Departemen Perhubungan, Departemen Energi dan SDM, Depkes juga. Biasanya saya datang ke posko-posko, untuk memastikan bahwa jasa angkutan lebaran yang rumit dan kompleks dapat dilakukan dengan baik,” kata Presiden.
“Transportasi yang baik, bisa menciptakan rasa keadilan, karena rakyat bisa memilih sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian, kita bisa melayani rakyat dengan pelayanan terbaik yang akhirnya akan menciptakan rasa keadilan. Oleh karena itu, segala jenis transportasi baik transportasi darat, laut dan udara adalah penting,” kata SBY.
Menurut SBY, setelah Indonesia mengalami krisis ekonomi 10 tahun silam, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia telah tumbuh sebanyak 6 persen. “Ekonomi yang tumbuh, sektor riil yang bergerak, mengakibatkan daya beli rakyat kita yang setara dengan pendapatan perkapita meningkat. Tentunya akan mengkonsumsi lebih banyak lagi barang-barang yang mereka perlukan, salah satunya adalah kendaraan roda dua, empat, maupun angkutan publik lainnya. Akibatnya, sarana transportasi menjadi sangat penting untuk dibangun. Oleh karena itu, kebijakan, strategi dan konsep, disertai langkah-langkah nyata untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana transportasi di Indonesia harus kita sukseskan,” lanjut Presiden.
Sebelumnya, Presiden SBY menerima penjelasan dari Dirut PT INKA, Roos Diatmoko mengenai produksi KA Lebaran dan perkembangan PT INKA. “Mengenai produksi KA Lebaran telah dilakukan penambahan kereta api dan sarana transportasi lainnya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1429 H, diantaranya 5 kereta akan dikirim ke Padang, Sumatera Barat, 10 kereta ekonomi akan dikirim ke KA Merak Jaya, Banten, 10 unit dikirim ke KA Kertajaya Jakarta-Surabaya. Kereta api tersebut dikerjakan oleh 800 karyawan PT INKA dengan 3 kali pergantian jam kerja semenjak bulan Juni 2008,” jelas Roos Diatmoko. .
Sedangkan mengenai perkembangan PT INKA setelah menjalankan program revitalisasi perkeretaapian, Roos Diatmoko menjelaskan, pada tahun 2008, PT INKA mendapatkan kontrak sebesar Rp. 1 trilyun dengan penjualan sekitar Rp. 500 milyar. “Dalam program revitalisasi perkeretaapian, pemerintah melibatkan PT INKA selaku ujung tombak industri perkeretaapian untuk penyiapan armada. Program revitalisasi perkeretaapian yang telah dicanangkan akan terealisasi sepenuhnya pada tahun 2011,” tambahnya.
Presiden SBY beserta seluruh rombongan kemudian melakukan peninjauan keliling Pabrik Perakitan Timur PT INKA dengan berkendara bus, antara lain ke Gedung Perakitan III untuk melihat produk-produk kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong kereta api yang digunakan untuk mengangkut barang.
Sebelum meninggalkan lokasi, kepada seluruh karyawan PT INKA, SBY berpesan agar mereka terus bekerja dengan baik. “Pertahankan produktifitas dan kualitas agar produk PT INKA semakin banyak dibeli. Jika PT INKA berkembang, kesejahteraan karyawan secara bertahap bisa ditingkatkan dan bisa membawa manfaat dan kebahagiaan bagi semua,” kata SBY kepada 2000 karyawan PT INKA yang ikut menyambut Presiden dan rombongan.
Tampak hadir dalam rombongan resmi Presiden antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi'i Djamal, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.(mit)



