Berita Utama

Buka Puasa Bersama di Pondok Gontor

"Untuk Menyejahterakan Rakyat Diperlukan Kebersamaan"

Ponorogo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan beberapa menteri hari Rabu (10/9) petang bersilaturrahmi sekaligus berbuka puasa bersama ribuan masyarakat Ponorogo, di Masjid Jami Gontor, Pondok Modern Darussalam, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hadir pula pimpinan pondok, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan seluruh stafnya.

Sebelum adzan Maghrib berkumandang, diadakan ramah tamah, dimana Abdullah Zyukri Zarkasyi selaku tuan rumah melaporkan, saat ini Pondok Modern Darussalam memiliki 15 cabang di seluruh Indonesia, dengan jumlah santri sebanyak 18.836. Abdullah Zyukri Zarkasyi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah karena telah menaikkan anggaran pendidikan sebanyak 20 persen. “Gontor mendapatkan dana intensif dari pemerintah. Seumur-umur Gontor berdiri, baru tahun ini mendapatkan dana dari pemerintahMudah-mudahan pondok pesantren lain juga menerima bantuan,” katanya.

Zarkasyi juga mengatakan bahwa SBY adalah bagian dari keluarga besar Gontor karena eyang buyut SBY dan eyang buyut Syukri Zarkasyi adalah salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam. "Selain itu, ayahnya SBY juga merupakan santri Gontor. Jadi, di sini SBY kembali ke keluarga besar," ujar Zarkasyi.

Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Presiden SBY antara lain mengatakan, pada bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk melakukan tafakur dan refleksi diri untuk melihat masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita juga dianjurkan untuk berlomba-lomba meraih kebaikan, berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ujar SBY. SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. “Mari kita perkokoh akhlak, moral, karakter, etika dan budi pekerti. Kalau kita miliki semua itu, kehidupan akan semakin tenteram, rukun dan harmonis. Kita akan terhindar dari perbuatan tercela, dan pembangunan yang dilaksanakan akan semakin berhasil,” kata SBY.

Menurut SBY, kehidupan yang sejahtera lahir batin dan kebahagiaan dunia akhirat tidak akan datang dengan sendirinya. “Semua itu harus diikhtiarkan dan diperjuangkan. Demikian pula dengan negara. Pemerintah ingin membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan yang besar itu, negara juga harus melakukan perjuangan yang tinggi. Kita Tidak boleh gampang menyerah menghadapi apapun. Semuanya bisa dicapai oleh bangsa kita. Kalau semua elemen masyarakat bersatu, melangkah bersama dan bekerja keras, semuanya dapat berhasil,” kata SBY.

“Pemerintah, dalam hal ini juga berjuang dengan gigih untuk mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. Tapi diperlukan kebersamaan dari semua penyelenggara. Jika di antara kita ada yang tidak mau ikut mengatasi masalah, sementara yang lain bekerja sama, bahkan jika ada yang mengganggu, tentu hasil yang kita capai berkurang. Mari kita sadari bahwa meskipun pemerintah akan berdiri di depan, tapi kebersamaan dari seluruh komponen bangsa diperlukan,” tegas SBY. SBY mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mengatasi persoalan yang dihadapi oleh bangsa. “Insya Allah seberat apapun masalah itu, dengan semangat dan kerja keras, dapat diselesaikan,” kata SBY.

Sebelum adzan Maghrib berkumandang, SBY beserta seluruh masyarakat berdoa bersama. Ketika terdengar bunyi bedug, semua yang hadir segera menyantap ta`jil, kemudian melaksanakan shalat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh KH Hasan Abdullah Sahal sebagai imam. Usai melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, Presiden SBY beserta seluruh masyarakat bersantap malam bersama dan beramah tamah, sambil menunggu datangnya waktu shalat Isyak.

Usai shalat Isyak berjamaah dilanjutkan dengan shalat Tarawikh, juga dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal sebagai imam. Di Masjid Jami, Presiden SBY beserta rombongan juga menyaksikan khataman Al-Qur`an oleh 881 siswa kelas 6 SD Pondok Modern Darussalam.

Diantara rombongan Presiden, tampak pula Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi`i Djamal, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Usai melaksanakan shalat Tarawich, Presiden SBY bersama rombongan segera meluncur ke kota Madiun, menuju Hotel Merdeka, untuk beristirahat. (mit)