Berita Utama

Presiden di Nganjuk, Jatim:

"Banyak Petani Jenius, Saya Minta Deptan Bantu Penelitian Mereka"

Presiden SBY dan Ibu Ani memperhatikan hasil pertanian di Desa Demangan, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Kamis (11/9) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani memperhatikan hasil pertanian di Desa Demangan, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Kamis (11/9) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Nganjuk: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani serta beberapa menteri, hari Kamis (11/9) pagi pukul 08.20 WIB, meninggalkan kota Madiun menuju Surabaya, dengan naik kereta api. Dengan naik kereta api, banyak yang bisa dilakukan.

Di Nganjuk, kereta berhenti, dan rombongan turun di stasiun melihat pameran hasil-hasil pertanian penduduk setempat, seperti bawang merah, beras, jagung, kedelai dan semangka. Hasil pertanian Nganjuk amat memuaskan. “;Saya mengangkat semangka hampir tidak kuat, karena berat sekali,” ujar SBY.

Rombongan kemudian menuju areal lahan pertanian para petani kedelai di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk dengan berkendara mobil, untuk melihat perkembangan yang dilakukan petani setempat untuk meningkatkan produksi pangan Indonesia.

Kepala Desa Demangan, Jamari, menjelaskan, lahan pertanian desa tersebut seluas 312 hektar, terdiri dari sawah seluas 269 hektar dan tegalan 43 hektar. “Yang diusahakan adalah padi sawah seluas 269 hektar dan kedelai seluas 73 hektar,” katanya.

Banyak sekali penduduk dan kelompok-kelompok tani dari Desa Demangan yang sudah mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY atas usahanya dalam meningkatkan produksi pertanian. Diantaranya adalah Timin Martodiharjo, penangkar benih padi dan palawija spesialis Wilis. Juga Kelompok Tani Jelita yang sukses bertani cabai, juga mendapatkan penghargaan dari SBY di Istana Merdeka.

Kades Demangan, Jamari menambahkan, masyarakat desanya sangat antusias dengan program PNPM Mandiri. “Kami sangat senang adanya pogram ini. Semoga program ini dapat terus berjalan hingga tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden SBY berharap, baik pemerintah pusat maupun daerah untuk bekerja sama mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian. “Insya Allah pemerintah akan memberikan subsidi Rp. 30 trilyun. Kami berharap semua bisa digunakan secara adil oleh petani di seluruh tanah air untuk mengembangkan produksinya,” kata SBY.

Presiden SBY sangat senang melihat hamparan pertanian di daerah tersebut. “Terus kembangkan varietas-varietas baru, karena banyak sekali petani-petani jenius yang melakukan penelitian untuk mengembangkan pertanian. Kalau banyak petani di Indonesia melakukan penelitian seperti ini, tentu semuanya senang. Saya minta departemen pertanian dan seluruh departemen-departemen terkait untuk membantu para petani dalam penelitiannya,” tambahnya.

SBY juga minta BUMN untuk membantu para petani dengan program-program kerja sama yang baik dan jelas, jangan sampai merugikan petani. “Kerja sama harus jelas, menguntungkan petani. Jangan sampai niatnya baik ingin membantu petani, tapi tidak jelas perjanjiannya sehingga merugikan petani,” kata SBY.

Ketika berdialog dengan warga setempat, Presiden SBY mendapat keluhan mengenai naiknya harga minyak tanah. “Dengan sangat terpaksa, sedih saya, sebagai presiden menaikkan harga BBM. Kendati demikian harga BBM di Indonesia masih paling rendah. Pemerintah juga telah mengeluarkan uang puluhan trilyun rupiah untuk menambah kekurangan harga minyak tanah,” katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden SBY menyerahkan bantuan 1.000 bungkus Sembako kepada penduduk setempat. Usai dialog, SBY beserta seluruh rombongan langsung berangkat menuju Sembung di Dusun Piyak, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang dengan berkendara mobil untuk melakukan dialog dengan para petani dan perajin manik-manik. (mit)