Berita Utama

Presiden di Jombang, Jatim

Perajin Manik-manik Berharap Bisa Menembus Pasar Internasional

Presiden SBY memainkan wayang hasil perajin di Kabupaten Nganjuk, Kamis (11/9) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY memainkan wayang hasil perajin di Kabupaten Nganjuk, Kamis (11/9) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jombang: Dari Nganjuk, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Ani dan para menteri, Kamis (11/9) siang melanjutkan kunjungan kerjanya di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Di Desa Plumbon Gambang, SBY bertemu dan berdialog dengan para perajin yang terhimpun dalam Sentra Industri Kecil Menengah Manik-manik/Kaca dan Kelompok Tani Desa Plumbon Gambang yang terdiri dari petani jagung. Dialog dilaksanakan di kantor Kades.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Agus Yudha Asmara melaporkan kondisi desa yang dihuni oleh 906 kepala keluarga ini. “Mata pencaharian penduduk sini adalah petani dan pengusaha manik-manik. Ada 111 pengusaha manik manik yang mempekerjakan 1.007 tenaga kerja. Sedang pertanian jagung mencakup areal seluas 130 hektar dan dapat menghasilkan 9-10,5 ton. 6,8 hektar dari areal pertanian jagung tersebut, terserang penyakit daun putih,” kata Kades menjelaskan. Ia juga mengeluhkan kurangnya air dari irigasi serta kurangnya pupuk karena distribusi yang tidak lancar. “Kami juga mohon ada bantuan alat pelebur kaca,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, SBY mengatakan bahwa pemerintah akan membantu memberikan alat pemotong kaca. “Untuk irigasi, kita akan melihat apakah itu tanggung jawab kabupaten, provinsi atau pusat, karena semuanya memiliki pembagian tanggung jawab masing-masing. Kita ingin membangun infrastruktur, tapi biayanya besar, maka dibangun secara bertahap. Apabila infrastruktur tersebut sudah dibangun, kita harap seluruh masyarakat disiplin menggunakannya dan memeliharanya dengan penuh tanggung jawab,” kata SBY.

Saat dialog dengan para petani dan pengrajin, salah seorang perajin manik-manik bernama Prayit mengeluh karena produknya mengalami kesulitan menembus pasar internasional karena persaingan yang ketat. “Oleh karena itu kami mohon bantuan Bapak Presiden untuk memperbaharui teknologi untuk pembuatan dan pengolahan bahan baku agar kualitas meningkat. Selain itu, kami juga meminta bantuan terobosan dalam pemasaran di dalam negeri dan internasional,” kata Prayit kepada SBY.

Kepada semua perajin manik-manik, SBY menyebut pemasaran produk-produk dapat dibantu dengan menggelar pameran, untuk menyambung menyambung koneksi antara calon pembeli dan penjual. SBY juga minta Menko Perekonomian Sri Mulyani untuk menyampaikan kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah. Sedangkan untuk masalah teknologi, dikatakan pemerintah akan membantu perajin memperbaharui teknologinya untuk meningkatkan kualitas produksi.

Usai berdialog, rombongan kepresidenan langsung menuju Stasiun Sembung, Jombang, untuk meneruskan perjalanan dengan kereta api menuju Stasiun Gubeng, Surabaya. Sebelum sampai Stasiun Sembung, mobil yang dinaiki SBY berhenti dan SBY turun sejenak di pusat irigasi desa tersebut untuk memastikan kondisi pusat irigasi. Setelah melihat kondisi pusat irigasi yang ternyata masih baik, SBY melanjutkan perjalanannya menuju Stasiun Sembung.

Jarak 78 KM antara Stasiun Sembung dan Stasiun Gubeng, ditempuh dengan waktu sekitar dua jam. Setibanya di Stasiun Gubeng, Surabaya, Presiden SBY beserta seluruh rombongan langsung menuju PT Petrokimia Gresik untuk melakukan peninjauan.

Tampak hadir dalam rombongan resmi Presiden antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi`i Djamal, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.(mit)