Berita Utama

Tinjau PT Petrokimia Gresik

"Untuk Atasi Kelangkaan Pupuk, Jalankan Sistem Distribusi dengan Benar"

Gresik: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis (11/9) siang, meninjau pabrik PT Petrokimia Gresik, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kedatangan SBY beserta seluruh rombongan disambut oleh jajaran direksi dan komisaris PT Petrokimia Gresik.

Tampak hadir dalam rombongan resmi Presiden, antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi`i Djamal, Menkominfo M. Nuh dan Seskab Sudi Silalahi. Juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial Kurdi Mustofa, Staf Khusus Presiden Bidang Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana, serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng.

Sebelum melakukan peninjauan, SBY mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Arifin Tasrif di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik.

Dijelaskan oleh Dirut PT Petrokimia Gresik, saat ini perusahaan tersebut mempekerjakan 3.300 karyawan. Semenjak perusahaan ini melakukan revitalisasi pabrik, produktivitas perusahaan yang memproduksi segala jenis pupuk ini meningkat pesat. “Kita perkirakan pendapatan akhir tahun adalah Rp 3,4 miliar/karyawan/tahun. Pada akhir tahun 2008 diharapkan total mencapai Rp 11,5 triliun. Selain itu, PT Petrokimia Gresik juga telah memberikan kontribusinya kepada pemerintah berupa pajak dan dividen sebesar Rp 837 miliar,” kata Arifin Tasrif.

Kendati demikian, PT Petrokimia Gresik memiliki beberapa masalah dalam proses produksinya. Diantaranya berkurangnya pasokan gas karena terjadi kelangkaan gas, berkurangnya bahan baku untuk pupuk karena naiknya harga minyak dunia, dan kelangkaan bahan-bahan tersebut di dunia. Isu kelangkaan pupuk di pihak konsumen karena beragamnya sektor yang membutuhkan pupuk serta usaha-usaha PT Petrokimia Gresik dalam mengatasi masalah lingkungan.

Menanggapi 4 permasalahan yang dihadapi oleh PT Petrokimia Gresik, Presiden SBY memberikan semangat kepada seluruh karyawan, dan mengatakan bahwa pemerintah juga menghadapi hal yang sama. “Empat isu itu pula yang dihadapi pemerintah. Empat isu itu adalah isu nasional. Banyak yang kita hadapi serupa. Yang penting kita tahu permasalahannya, setelah itu, marilah kita bersama-sama mencari solusi dan akhirnya meningkatkan produktivitas,” ujar Presiden.

Mengenai masalah gas bumi yang dihadapi oleh PT Petrokimia Gresik, SBY mengatakan bahwa pemerintah sudah merivisi kebijakan gas bumi nasional. “Dulu banyak yang diekspor, sekarang harus balance, seimbang. Kita akan buka lagi sumur-sumur gas," Presiden menjelaskan. Yang penting, lanjutnya, mengambil pelajaran dari masa lalu. "Harus menulis kontrak dengan benar, adil tanpa penyimpangan-penyimpangan, karena gas bumi penting bagi Indonesia. Kita juga harus mengelola yang kita miliki, dan mengusahakan keseimbangan antara permintaan dan persediaan,” kata SBY.

Sedangkan untuk kelangkaan bahan baku, menurut SBY, solusinya adalah dengan melakukan kerja sama yang adil, realistik dengan negara-negara sahabat. “Hal ini harus dilakukan, agar memiliki security dari bahan baku yang diimpor itu,” SBY menambahkan.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk, SBY mengatakan bahwa pemerintah dengan pihak swasta akan berusaha agar sistem distribusi dijalankan dengan benar. “Yang subsidi, jangan digunakan oleh mereka yang tidak berhak, distribusinya harus jelas,” SBY menambahkan. Pemerintah akan selalu mendorong dengan kebijakan, anggaran dan program-program yang tepat.

Setelah mendengarkan pemaparan, SBY memberikan pengarahan sekaligus silaturrahmi dengan 2.000 orang karyawan PT Petrokimia Gresik di Gedung Sarana Olahraga PT Petrokimia Gresik. Kepada seluruh karyawan, SBY menyampaikan bahwa apabila kinerja makin baik dan penghasilan baik maka negara juga diuntungkan, karena kesejahteraan meningkat. “Makanya lebih kompak, bersatu, produktif, lebih disiplin, agar hasilnya makin baik yang secara adil bisa dinikmati oleh semuanya,” kata SBY.

Sedangkan mengenai masalah global yang dihadapi oleh seluruh umat manusia, SBY berpesan agar kita tidak mencari kambing hitam. “Tak perlu salah menyalahkan, tak perlu cari kambing hitam. Mari kita cari penyelesaian,agar menjadi bangsa yang main maju dan sejahtera,” katanya.

SBY juga berharap jangan sampai ada BUMN yang hidup enggan, mati tak mau. “Kalau ada keuntungan berlebih, hendaknya itu juga dapat dinikmati oleh para karyawan,” lanjut SBY.

Usai melakukan silaturrahmi, Presiden SBY didampingi Ibu Ani beserta rombongan langsung menuju Wisma Cattleya yang masih terletak di dalam kawasan PT Petrokimia Gresik untuk beristirahat sejenak, sebelum bersilaturrahmi dan berbuka puasa bersama dengan para alim ulama se-Jawa Timur di Auditorium Kantor Pusat PT Petrokimia Gresik.(mit)