Berita Utama
Jumat, 12 September 2008, 11:00:23 WIB
Dialog dengan Pelaku Ekonomi di Surabaya
Tak Lagi Bicarakan Pendiskriminasian
Surabaya: Sebelum bertolak menuju Jakarta, hari Jumat (12/9) pagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi para menteri melakukan pertemuan dan dialog dengan para pelaku ekonomi dan tokoh masyarakat Jawa Timur keturunan Tionghoa yang dipimpin Hartati Murdaya, di Hotel Shangri-La Surabaya.Menurut Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, pertemuan dan dialog tersebut sangat menarik biasanya apabila warga keturunan Tionghoa bertemu dengan Presiden, mereka membicarakan mengenai pendiskriminasian dan persamaan hak. "Namun sekarang mereka sudah tidak membicarakan hal itu lagi, karena mereka adalah warga negara Indonesia, mereka sama dengan kita. Dan mereka sangat menghargai berbagai kebijakan pemerintah yang tidak lagi diskriminatif. Pada pertemuan tersebut, mereka berdiskusi dengan Presiden dan seluruh menteri mengenai anggaran pendidikan yang akan dinaikkan 20 persen, tentang bagaimana mempergunakan anggaran tersebut sebaik-baiknya," ujar Andi.
"Selain itu, mereka juga mendiskusikan lebih lanjut mengenai Corporate Social Responsibility ketika SBY berpesan untuk selalu membangun `jembatan peduli`Karena CSR adalah bagian dari kehidupan dunia usaha. Tanpa CSR yang baik, perusahaan tidak banyak berkembang," lanjutnya.
Usai melakukan dialog, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan berangkat menuju Bandara Juanda untuk kembali ke Jakarta dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-500. Presiden beserta seluruh rombongan dilepas oleh Plt Gubernur Jawa Timur, Setia Purwaka, serta anggota Muspida setempat.
Dalam rombongan Presiden tampak antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi`i Djamal, Menkominfo M. Nuh dan Seskab Sudi Silalahi, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana serta dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.(mit)



