Berita Utama

Buka Puasa Bersama para Dubes, Pimred dan Tokoh Masyarakat

Presiden SBY memberi sambutan pada acara buka bersama di Istana Negara, Senin (15-9) petang. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada acara buka bersama di Istana Negara, Senin (15-9) petang. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara beserta Wakil Presiden M.Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah JK, hari Senin (15/9) petang di Istana Negara berbuka puasa bersama para pimpinan lembaga negara, Ketua MK, para Menteri KIB, duta besar negara-negara Islam, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Wantimpres, Panglima TNI, Kapolri, pemimpin redaksi media cetak dan elektronik, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR-RI Agung Laksono.

Acara ini diawali ceramah agama oleh guru besar UIN Jakarta Prof DR. Ridwan lubis, dilanjutkan dengan sambutan singkat Presiden SBY. SBY dalam sambutanya sebelum berbuka puasa antara lain bercerita bahwa di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa ada dua judul buku yang tengah dibaca. ”Ada dua bacaan saya minggu ini. Pertama buku yang ditulis oleh Harun Yahya, seorang penulis, cendikiawan muslim yang tersohor berkebangsaan Turki. Karyanya ada puluhan dan telah diterjemahkan lebih dari 15 bahasa di dunia, dan menjadi rujukan komunitas Islam bahkan komunitas non Islam di seluruh dunia. Buku yang saya baca berjudul Melihat Kebaikan Dalam Segala Hal,” kata SBY yang mengenakan baju koko putih dipadu kopiah hitam.

”Di sini memang orang yang beriman dan orang yang kualitas moralnya makin tinggi, melihat segala hal dan peristiwa itu dari sisi kebaikan. Kita sering mendengar di balik musibah ada berkah, setiap persoalan pasti ada solusinya , dan lain-lain. Harun Yahya mengupas secara detail, dan bagus dibaca dalam bulan suci Ramadhan ini untuk sarana refleksi , bertafakur sambil menyempurnakan keimanan dan kepribadian kita ,” kata SBY.

”Buku kedua yang saya baca adalah menjadikan puasa lebih bermakna, ditulis oleh cendekiawan muslim dari Saudi Arabia. Artikel yang yang saya senangi adalah di bulan Ramadhan ini kita dianjurkan untuk berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dan juga berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ujar SBY.

Adzan Maghrib berkumandang, SBY dan Ibu Ani dan para undangan segera membatalkan puasa dengan menyantap takjil berupa kurma, kolak dan makanan-makanan ringan. Acara dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian diakhiri dengan santap malam bersama. (win)