Berita Utama
Selasa, 16 September 2008, 13:29:10 WIB
Presiden: Tidak Perlu Panik Dengan Gejolak Perekonomian Dunia
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti perkembangan dan gejolak perekonomian dunia, terutama hari-hari terakhir ini, yang memiliki dampak dan implikasi bagi perekonomian nasional. ”Saudara tahu bahwa gejolak perekonomian nasional itu memang dipicu krisis keuangan perumahan di Amerika Serikat, dan dari dulu kita mengetahui bahwa dampaknya itu luas. Hanya saja seberapa besar, negara mana yang terkena, dan berapa lama berlangsung, tidak ada satupun yang bisa meramalkan secara pasti,” ujar Presiden SBY saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (16/9) siang.”Yang terjadi hari-hari terakhir ini menyadarkan kita bahwa gejolak perekonomian dunia itu masih berlanjut. Amerika adalah salah satu centre yang penting dalam perekonomian global. Kalau dia sakit, batuk atau flu, tularannya itu masuk ke mana-mana, termasuk Indonesia. Pada saatnya nanti, baik Menko Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia diharapkan bisa memberikan penjelasan yang lebih konprehensif tentang semua yang sedang terjadi ini, termasuk langkah-langkah dan solusi yang dilakukan agar kita semua bisa betul-betul bersinergi untuk mengantisipasi dan menanganinya.
Presiden SBY meminta masyarakat agar tidak perlu terlalu panik dan cemas, seolah-olah keadaan ini akan kembali seperti tahun 1997. ”Fundamental kita di tingkat nasional sesungguhnya dalam keadaan baik dan terkelola, meskipun implikasi dan dampak perekonomian global selalu membawa pengaruh bagi keadaan dalam negeri kita. Dalam keadaan seperi ini yang penting, disamping kita terus melakukan antisipasi dan pengelolaan, kita harus bersinergi. Saya ingin betul konsultasi, kebersamaan, keterpaduan, kebijakan dan langkah antara Bank Indonesia dan Departemen Keuangan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” SBY menjelaskan.
”Saya minta teruslah berkonsultasi, merembukkan secara bersama dengan pelaku dunia usaha di negeri ini, terutama yang berskala besar, baik itu pemerintah ataupun swasta, termasuk bank-bank utama kita. Dengan demikian diharapkan semua yang dilakukan mereka dalam kerangka untuk mempertahankan stabilitas perekonomian kita, sambil tentunya menunjang pertumbuhan dan segi-segi lain yang menjadi agenda pembangunan kita,” lanjutnya.
Presiden SBY yakin kalau hal itu dilakukan dengan baik, tenang, antisipatif, dengan langkah dan kewajibannya terukur, gejolak perekonomian seperti apapun yang terjadi pada tingkal global dan regional pasti bisa dikelolanya dengan baik. ”Kalau ada biaya, semata-mata sebagai sesuatu yang wajar terjadi akibat implikasi atau pengaruh dari gonjang-ganjing perekonomian global itu. Penjelasan kepada publik secara tepat juga diperlukan agar mereka tidak berspekulasi, tidak ada kepanikan tertentu. Menurut pengalaman kita, kepanikan itulah yang kadang-kadang memperburuk situasi,” SBY menerangkan.
Hadir dalam sidang kabinet paripurna tersebut antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mendag Mari E. Pangestu, Kapolri Sutanto dan Panglima TNI Djoko Santoso. (osa)



