Berita Utama
Rabu, 17 September 2008, 13:00:10 WIB
Dialog dengan Nelayan di Cirebon
"Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pesisir"
Presiden SBY memeriksa ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Cirebon, Rabu (17/9) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Sebelumnya, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Jainur Manurung menerangkan, pelabuhan ini sudah mulai dibangun tahun 1976 dan diresmikan Mei 1997. "Lokasi pelabuhan ini sangat strategis karena dekat dengan Bandung dan Jakarta, dapat ditempuh dengan jalan darat. Luas pelabuhan ini 74,5 hektar, digunakan oleh 6.388 orang nelayan dan bisa memperdagangkan 268 ton ikan per bulan," ujar Jainur.
“Tahun 2009 mendatang telah dialokasikan bantuan senilai Rp 8,2 milyar untuk pembangunan fisik pelabuhan. Selama ini karena anggaran yang sangat terbatas, tidak ada pembangunan fisik pelabuhan. Anggaran yang ada digunakan untuk perbaikan sarana fisik yang sudah ada. Dari Rp 8,2 milyar yang sudah dianggarkan, masih kurang Rp 25 milyar lagi yang dibutuhkan untuk membangun sarana fisik," tambah Jainur.
Presiden SBY dalam pengarahannya meminta kepada pihak terkait agar dana Rp 25 milyar yang dibutuhkan tersebut dapat diperjuangkan. "Saya setuju dengan itu. Kita dengan kemampuan dan anggaran yang ada harus membangun sarana pelabuhan perikanan untuk menggerakkan ekonomi di bidang perikanan. Disamping pemerintah pusat yang akan membantu anggaran, daerah juga harus sharing. Ya mungkin pemerintah pusat yang lebih banyak," kata SBY.
Prioritas pemerintah di bidang kelautan dan perikanan, lanjut SBY, adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir termasuk nelayan. "Kehidupan nelayan memang dipengaruhi iklim, kalau ombak besar kadang tidak bisa melaut. Oleh karena itu saya sudah menginstruksikan untuk membantu apa saja untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir," ujar SBY. Tentu saja tidak bisa seketika, harus bertahap,"tambahnya.
Presiden SBY juga sempat melakukan dialog dengan para nelayan yang hadir. Acara ini dihadiri lebih kurang 250 orang yang terdiri dari unsur nelayan, pengolah ikan tradisional, pembudidaya air payau dan penerima KUR. Pada kesempatan itu Ibu Ani menyerahkan 2000 paket sembako bantuan Presiden RI kepada dua orang perwakilan penerima dari masyarakat kurang mampu, yang diterima Suparman, nelayan Cangkol Tengah, Kelurahan Lemahwungkuk, dan Sawinah, pengolah ikan dari pesisir selatan, Kelurahan Pajunan.
Presiden SBY dan Ibu Ani kemudian melakukan peninjauan kegiatan bongkar muat dan pelelangan ikan. Hadir mendampingi Presiden SBY antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, serta Mensesneg Hatta Rajasa. Selanjutnya rombongan Presiden SBY kembali menuju Stasiun Kereta Api Cirebon, untuk melanjutkan perjalanan ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jateng. (osa)



