Berita Utama
Kamis, 18 September 2008, 12:45:38 WIB
Presiden di Majenang, Jawa Tengah
"Kurangi Kemiskinan Tidak Bisa Hanya Dengan Pasang Iklan"
Presiden SBY memperhatikan produk lokal usai berdialog dengan masyarakat pelaku ekonomi mikro di alun-alun Kecamatan Majenang, Jawa Tengah, Kamis (18/9) siang. (foto: abror/presidensby.info)
"Pemerintah pasti memberikan dorongan, bantuan, fasilitas dan kemudahan, tapi selebihnya para pengusaha mikro yang harus terus berusaha, aktif dan inovatif," kata Presiden SBY. "Untuk mengurangi kemiskinan tidak bisa cuma dengan pasang iklan saja, tapi harus dengan aksi nyata. Tidak usah kecil hati kalau di negeri kita masih ada kemiskinan, di negara-negara maju juga masih ada," SBY menerangkan.
Presiden SBY juga minta masyarakat dan jajaran pemerintah daerah Majenang yang sudah surplus beras terus mempertahankan produksi beras dan meningkatkan produksi bahan pangan lain seperti kedelai. "Kalau bapak dan ibu main ke Istana, tempe dan tahu tidak pernah absen disana. Oleh karena itu selain beras, tingkatkan juga produksi kedelai agar bisa memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri," tegas SBY.
Sebelumnya, Camat Majenang, Heru Susedyono dalam laporannya mengatakan, Kecamatan Majenang yang merupakan salah satu dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap terbagi dalam 17 desa berpenduduk 125.655 jiwa. "Sebagai sebuah kota kecil, Kecamatan Majenang memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk mendukung perkembangan perekonomian wilayah secara menyeluruh," kata Heru.
"Majenang memiliki pasar tradisional modern yaitu Pasar Induk Majenang yang beberapa waktu lalu telah menerima pinjaman lunak dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar 1 milyar. Secara keseluruhan, Pasar Induk ini mampu menampung 1.100 pedagang," terang Heru. Sementara itu jumlah total pengrajin usaha kecil yang berkembang di Majenang sebanyak 961 buah yang tersebar di desa-desa seperti sale pisang, krupuk singkong dan gula kelapa.
Sama seperti ketika berdialog dengan para nelayan di Cirebon, di Majenangan ini Ibu Ani kembali menyerahkan bantuan 1000 paket sembako bantuan Presiden RI kepada dua orang perwakilan penerima dari masyarakat kurang mampu. Penerima diwakilkan Isworo, tukang becak asal Dusun Cigaru dan Sri Sainun, pembantu rumah tangga asal Desa Jenang.
Usai berdialog, Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau hasil kerajinan masyarakat Kabupaten Cilacap. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menkes Siti Fadilah Supari, Seskab Sudi Silalahi dan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal. Selanjutnya rombongan Presiden melanjutkan perjalanan menuju Tasikmalaya, Jawa Barat. (osa)



