Berita Utama
Jumat, 19 September 2008, 11:15:17 WIB
Presiden di Tasikmalaya
"Tahun Depan, Rp 35 Trilyun untuk Tingkatkan Produksi Pangan"
Presiden SBY memeriksa tanaman usai berdialog dengan petani dan masyarakat di Desa Pamoyan, Kecamatan Adipaten, Tasikmalaya, Jabar, Jumat (19/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
"Selama empat tahun saya mengemban amanah, saya sering bertemu dan berdialog dengan para petani di seluruh Indonesia. Tujuannya tiada lain adalah untuk mendorong agar negara kita dapat berswasembada pangan. Pertanian adalah salah satu sektor yang sangat penting. Peran petani juga tidak kalah penting. Kita berharap di masa depan swasembada tidak hanya beras, tapi juga hasil pertanian lain seperti kedelai, jagung dan tebu," kata Presiden. "Saya senang bertemu dengan petani para pahlawan pangan. Saya berharap kedatangan saya dapat menyelaraskan langkah dengan para pemda dan petani agar hasi esko dapat berbuat lebih baik lagi, " tambahnya.
Presiden SBY juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pupuk dan benih. Untuk meningkatkan produksi pangan, tahun depan pemerintah mengalokasikan dana Rp 35 trilyun untuk benih dan pupuk. "Pupuk ini adalah masalah nasional termasuk distribusi pupuk yang memiliki banyak hambatan, dan pabrik pupuk yang sudah tua. Oleh karena itu kami mendorong penggunaan pupuk organik agar ada keseimbangan," jelas Presiden SBY.
"Makanya saya selalu tertarik bila ada penelitian-penelitian mengenai varietas baru yang tidak tergantung pupuk kimia," lanjut Presiden SBY di depan puluhan petani pangan, peternak, petani kebun dan penyuluh pertanian. Sebelum meninggalkan tempat acara, Presiden SBY yang didampingi Ibu Ani menyerahkan paket sembako bantuan Presiden RI secara simbolis kepada dua orang perwakilan penerima dari masyarakat kurang mampu.
Presiden SBY juga meninjau pameran produk-produk pertanian hasil petani setempat. Rombongan Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung, untuk shalat Jumat di Masjid Al-Mahdiyyiin.
Hadir pada acara itu antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Mentan Anton Apriyantono, Gubernur Jabar Achmad Heryawan, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menkes Siti Fadilah Supari, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal. (osa)



