Berita Utama
Jumat, 19 September 2008, 13:30:38 WIB
Presiden Tinjau Nagrek
"Pelayanan untuk Pemudik Harus Lebih Baik dari Tahun-tahun Sebelumnya"
Presiden SBY dan rombongan hendak shalat Jumat di Masjid Al-Mahdiyyiin, Nagrek, Kabupaten Bandung, Jumat (19/9) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden merasa perlu meninjau Nagrek langsung, untuk memastikan bahwa pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang menjalani mudik lebaran. Peninjauan dilakukan usai Presiden beserta rombongan menunaikan shalat Jumat di Masjid Al-Mahdiyyiin. "Kita harus mempermudah perjalanan mereka. Mudik lebaran adalah salah satu tradisi untuk memelihara silaturahim diantara kita semua. Oleh karena itu minggu lalu saya memimpin sidang kabinet untuk memastikan bahwa pelayanan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mudik lebaran dapat kita laksanakan sebaik mungkin, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," Presiden SBY menegaskan.
Pelayanan mudik ini tidak hanya menyangkut kondisi jalan dan rute-rute mudik di seluruh Indonesia, melainkan juga pengaturan lalu lintas, kesehatan, ketersediaan bahan bakar, transportasi baik darat, laut maupun udara dan semua yang membuat pelaksanaan mudik itu aman, tertib dan lancar. "Di negeri kita ada titik-titik yang selalu terjadi kemacetan luar biasa. Dari sekian banyak titik, satu persatu telah kita atasi, tinggal beberapa seperti di Nagrek ini yang menjadi biang kemacetan," ujar Presiden SBY.
"Dulu waktu saya tugas di Bandung, kalau saya mudik lebaran ke Jawa Timur, ya melewati jalan ini. Bisa setengah atau satu jam terhenti di jalan ini. Pernah juga terhenti satu setengah jam karena kondisi jalannya. Kita ingin agar masalah ini bisa diatasi. Kalau tahun ini dari upaya Pekerjaan Umum baru dapat diatasi sebagian, saya ingin percepatan agar tahun depan kondisinya lebih baik lagi," lanjutnya.
Karena pekerjaan ini memerlukan anggaran yang besar, Presiden SBY meminta kepada gubernur, bupati beserta seluruh jajarannya untuk ikut memelihara dan merawat agar infrastruktur yang dibangun dengan anggaran besar ini lebih tahan dan tidak mudah rusak sehingga tidak perlu anggaran besar untuk membangunnya kembali.
"Saya yakin meskipun baru sebagian dari jalan terobosan ini jadi, namun dengan pengaturan yang baik, Insya Allah bisa lebih baik. Kepada pihak kepolisian, berikan pengaturan sebaik-baiknya sehingga pemudik dari Tasikmalaya ke Garut tidak perlu berputar, tapi bisa langsung lewat sini. Diperlukan kerjasama yang baik agar pelayanan mudik dari tahun ke tahun bisa lebih baik," seru Presiden SBY.
Sebelumnya Menteri PU Djoko Kirmanto melaporkan bahwa kendala pembangunan jalur ini ada lokasinya berbukit-bukit sehingga memerlukan biaya yang cukup besar untuk membelah bukit atau membuat terowongan. "Kalau jalur ini ingin selesai pada tahun 2009, diperlukan biaya tambahan dari dana indikasi yang sudah diberikan Menteri Keuangan kepada kami," jelas Djoko.
Presiden SBY kemudian menginstruksikan untuk dipikirkan ulang kembali sejauh mana kemampuan pemerintah untuk menyelesaikan jalur ini pada 2009. "Kalau memang tahun 2009 belum selesai, bisa diselesaikan 2009/2010. Tujuan pembangunan jalan Lingkar Nagrek adalah untuk mengatasi kemacetan lalu lintas pada ruas jalan Cileunyi - Nagrek akibat peningkatan volume lalu lintas, adanya dua titik konflik di persimpangan rel kereta api bandung dan pertigaan Nagrek ke arah Garut, serta adanya tanjakan jalan eksisting dengan kemiringan lebih dari 17 persen.
Mendampingi Presiden SBY antara lain Menko Polhukkam Widodo A.S., Seskab Sudi Silalahi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mentan Anton Apriyantono dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal. (osa)



