Berita Utama

Pemberangkatan KA Matarmaja

SBY : Rakyat adalah Panglima

Presiden SBY menyaksikan Menhub Jusman Syafii Jamal memberi tanda keberangkatan KA Ekonomi Matarmaja, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (24/9) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyaksikan Menhub Jusman Syafii Jamal memberi tanda keberangkatan KA Ekonomi Matarmaja, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (24/9) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Rabu (24/9) siang, meninjau pemberangkatan perdana rangkaian baru Kereta Api Ekonomi Matarmaja, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kereta jurusan Pasar Senin-Malang ini merupakan armada baru untuk menambah kapasitas angkut KA menjelang Lebaran 1429 H.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas pemerintah dengan semua jajarannya, antara lain, memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Bukan meminta pelayanan dari rakyat. "Kita memberikan pelayanan kepada rakyat. Pada musim mudik seperti sekarang ini yang jadi panglima adalah rakyat, yang jadi panglima adalah saudara-saudara kita yang akan menggunakan kereta api Matarmaja ini," ujar Presiden SBY.

Untuk itu, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah, dengan penuh tanggung jawab, keiklhsan sebagai bagian dari ibadah memberikan pelayanan terbaik untuk mereka.

Presiden bercerita, dulu beberapa kali naik KA Matarmaja ini bersama istri dan anak-anaknya. ”Sering kali setiap mudik Lebaran saya sowan ke ibunda saya yang tinggal di Blita. Jadi saya pengguna kereta api ini. Berjam-jam, tapi penuh bahagia karena bertemu orangtua, sanak saudara. Namun demikian, meskipun saudara-saudara kita pengguna Matarmaja ini dalam suasana penuh keceriaan, tugas kita memastikan bahwa pelayanannya makin baik, nyaman, aman, dan tertib,” kata Presiden SBY.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal dalam laporannya mengatakan KA Matarmaja dengan rangkaian baru membawa 10 kereta ekonomi dengan stam formasi 9 kereta kelas 3 (ekonomi) dengan kapasitas tempat duduk 106, dilengkapi dengan 1 KMP3. "Kereta baru ini merupakan produk dalam negeri, hasil karya putra-putri bangsa Indonesia yang tergabung dalam Industri Kereta Api (PT Inka) Madiun," kata Jusman.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY didampingi Ibu Ani menuju KA Matarmaja dan naik ke gerbong khusus lansia, ibu hamil, anak -anak, dan penyandang cacat. Presiden menyapa satu persatu penumpang. "Mau kemana bu?" tanya SBY. "Ke Malang, Pak," jawab seorang penumpang. "Berapa lama tiba?" Kurang lebih 17 jam, katanya. "Sabar ya.. saya juga dulu sering menggunakan kereta Matarmaja ini, menjenguk keluarga di Blitar. Selamat jalan, salam buat keluarga di rumah," ujar SBY sambil melambaikan tangan dan tersenyum.

Setelah meninjau kereta, Presiden SBY menyaksikan Menhub Djusman Syafii Jamal melepas KA Matarmaja dengan mengenakan topi merah sambil membunyikan pluit dan mengangkat semboyan 40 (tanda ijin KA berangkat). Kemudian disambut dengan semboyan 41 oleh kondektur dan seruling lokomotif dari masinis. Kereta pun mulai bergerak meninggalkan Satsiun Pasar Senen, membawa ribuan pemudik yang akan merayakan lebaran di kampung halaman. (win)