Berita Utama

Presiden Shalat Tarawikh di Kendari

"Masyarakat Miskin Jangan Dijadikan Isu Politik"

Kendari: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat jembatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. "Negara kita adalah negara berkembang. Negara berkembang seperti kita memiliki jarak antara yang kaya dan yang masih miskin. Di bulan Ramadhan dan bulan-bulan selanjutnya mari kita bantu mereka yang masih kekurangan," kata Presiden SBY dalam sambutannya usai shalat Isya dan shalat Tarawih berjamaah, di Masjid Al-Kautsar, Kendari Sulawesi Tenggara, Kamis (25/9) malam.

Presiden SBY menyayangkan pengeksploitasian masyarakat yang dijadikan isu politik. "Jangan dieksploitasi, justru kita harus bikin jembatan antara yang masih miskin dengan yang kaya," seru Presiden SBY. Selain itu Presiden SBY mengajak masyarakat untuk membuat suasana yang teduh, tentram, rukun dan damai. "Tidak ada artinya sebuah negara maju ekonominya, tetapi masyarakatnya tidak tentram," ujar SBY.

"Saya juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan sikap perilaku yang terpuji, yang islami. Sikap hamba Allah yang terus bersyukur. Meskipun negara kita masih menghadapi masa-masa sulit, namun masih banyak negara lain yang lebih sulit lagi," SBY menjelaskan. "Setelah bersyukur, mari kita bersabar dan bertawakal. Kemudian kita harus beriktiar. Tidak ada sebuah negara dan seorang umat yang lolos dari ujian Allah dan Islam mengajarkan kita untuk bersabar," tambahnya. Presiden SBY dan rombongan shalat Isya berjamaah diimami K.H. Abdullah Umar Thafki, Imam Masjid Agung. Sementara saat menunaikan shalat Tarawih, pejabat kantor wilayah Depag Provinsi Sultra K.H. Mursidin bertindak sebagai imam.

Sebelumnya, Presiden SBY dan Ibu Ani berbuka puasa bersama dengan anggota Muspida Provinsi Sulawesi Utara, Bupati/Walikota, tokoh masyarakat dan agama se-Provinsi Sultra di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra. Nampak hadir antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Seskab Sudi Silalahi serta Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)