Berita Utama

Presiden SBY

"Untuk Debat Capres, Apa Perlu Suporter Yang Kadang-kadang Ada Kegaduhan?"

Jakarta: Tiap negara memiliki model sendiri-sendiri dalam pemilihan presiden, termasuk kampanye dan debat-debat calon presidennya. Ini tentu sesuai dengan tradisi dan budaya politik negara yang bersangkutan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai debat capres Amerika Serikat antara John McCain dan Barack Obama sangat substansial, fundamental dan memang merupakan porsi seorang presiden.

Penilaian itu dikatakan Presiden SBY saat menjawab 21 isu seputar Presiden SBY, yang banyak ditanyakan para wartawan. Isu-isu tersebut dijawab SBY setelah sebelumnya berbuka puasa, shalat Maghrib dan shalat Isya berjamaah bersama wartawan yang biasa meliput kegiatan presiden, Minggu (28/9) di Istana Negara.

"Bagi yang kemarin melihat debat capres itu, coba perhatikan. Ada lead question. Ada lima pertanyaan berikutnya tentang foreign policy dan national security, terutama masalah Irak, Afghanistan, Iran, hubungan dengan Rusia dan bagaimana Amerika pasca 11 September 2001. Kalau kita lihat substansinya, itu memang menjadi bisnis seorang presiden karena menyangkut policy dan keputusan strategis," kata Presiden SBY.

"Debat itu berlangsung tertib. Tidak ada teriakan-teriakan, tidak ada tepuk tangan dari suporter dan sebagainya. Saya berpikir untuk debat capres di Indonesia mendatang, sambil menunggu UU Pilpres, sambil menunggu ketentuan KPU seperti apa, hendaknya juga tertib dan perlu dipikirkan, apa perlu dalam debat itu ada ratusan suporter, tepuk tangan, berteriak-teriak dan kadang-kadang ada kegaduhan," tambah Presiden.

Hal tersebut dikhawatirkan Presiden SBY karena nantinya rakyat tidak bisa mengikuti dengan cermat, tidak bisa menangkap apa pikiran, solusi dan kebijakan yang akan ditempuh capres-capres apabila kelak yang bersangkutan terpilih menjadi presiden. "Sama saja dengan pilkada, debat antar calon gubernur, calon bupati dan walikota, mungkin perlu kita pikirkan agar tertib, keluar semua pikiran-pikirannya yang orisinil dan rakyat bisa mengikuti," tambahnya.

Presiden SBY berharap, Indonesia akan makin baik menyelenggarakan debat capres pada pemilu-pemilu yang akan datang. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, Staf Khusus Bidang Hukum Danny Indrayana, dan Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng. (osa)