Berita Utama

Presiden SBY:

"Dijadikan Musuh Bersama, Saya Harus Siap dan Tegar Menghadapinya"

Jakarta:Tahun-tahun terakhir ini suhu politik di Indonesia mulai memanas. Sudah bermunculan nama-nama yang akan maju sebagai Capres 2009. Mereka juga sudah mulai berkampanye dalam tanda kutip, termasuk memasang iklan dan juga sudah mulai melakukan serangan-serangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Apakah SBY merasa dikeroyok?

Itu adalah satu dari 21 isu yang sering ditanyakan para wartawan pada Presiden SBY. Usai berbuka puasa dengan para wartawan yang selalu meliput kegiatan Presiden, SBY menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di Istana Negara, Minggu (28/9) malam.

"Dikeroyok, kok bahasanya sadis betul ya," kata SBY disambut tawa para wartawan. "Sebagai Presiden yang sedang menjabat, saya memahami kalau sering dijadikan musuh bersama. Tapi ini adalah politik, saya harus siap dan harus menghadapinya secara tegar. Mungkin kebetulan saya yang menjadi Presiden sekarang, kalau presidennya X maka jelas yang menjabat juga akan dijadikan semacam musuh bersama," kata SBY.

Menurut Presiden SBY, itulah realitas politik. "Kalau kita siap masuk dalam dunia politik, harus siap menghadapi berbagai kemungkinan termasuk yang disebut dijadikan musuh bersama tadi," tambahnya.

Mendampingi Presiden SBY antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, Staf Khusus Bidang Hukum Danny Indrayana, serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)