Berita Utama
Minggu, 28 September 2008, 20:30:31 WIB
Presiden SBY:
"Jika Dalam Berkomperisi Disertai Fitnah, Maka Demokrasi Kita Tidak Sehat"
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan atensi yang besar menyangkut kampanye hitam dalam Pemilihan Umum. "Jika dalam berkompetisi disertai dengan fitnah, penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, maka demokrasi kita tidak sehat. Bukan itu pilihan kita dalam membangun demokrasi di negeri kita," tegas Presiden SBY usai berbuka puasa dengan wartawan yang meliput kegiatan Presiden, Minggu (28/9) malam di Istana Negara.Presiden SBY yakin KPU pada saatnya akan mengeluarkan aturan kampanye yang membuat demokrasi di Indonesia makin baik dan berakhlak. "Saya ini percaya bahwa rakyat punya hati. Mereka juga peka dan bisa merasakan mana hal-hal yang benar dan tidak benar. Ini untuk menjadi perhatian kita," jelas SBY.
"Kalau ditanya apakah perlu sanksi, saya kira tidak perlu sejauh itu. Ini adalah masalah sosial, masalah politik, rakyat bisa saja memberikan sanksinya sendiri dalam tanda kutip. Kalau dalam berkompetisi kita main fitnah dan kalau itu melanggar hukum, ada aturan hukumnya. Jadi saya lebih menyerahkan pada aturan dan pranata yang ada," ia menambahkan. (osa)



