Berita Utama

Presiden SBY:

"Kalau Saya Terlalu Reaktif, Mungkin Saya Tidak Akan Bisa Bekerja"

Jakarta: Dalam statement dan iklan para bakal calon presiden, nampak sudah mendeskreditkan pemerintah dan SBY. Apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak berencana untuk mengcounter serangan-serangan itu? "Kalau saya harus menanggapi setiap hal yang diserangkan kepada saya sejak dulu, mungkin saya tidak akan bisa bekerja," jawab Presiden SBY usai berbuka puasa bersama dengan para wartawan yang meliput kegiatan Presiden, Minggu (29/9) malam di Istana Negara.

"Apabila saya terlalu reaktif, maka politik kita malah gaduh dan tidak stabil. Kalau negara kita gaduh dan tidak stabil, mana mungkin kita dapat membangun ekonomi kembali setelah mengalami krisis yang lalu," SBY menerangkan. "Tetapi karena nantinya kita masuk dalam pemilu, pada saatnya tentu saya harus mencounter, menyampaikan pandangan dan pendapat saya untukmeluruskan dan mengklarifikasi," lanjutnya.

"Ibarat main tinju, saya ini belum masuk ring sama sekali. Agar fair dan adil, saya harus masuk suatu saat sebab kalau saya tidak berani melakukan counter itu maka semuanya oleh rakyat dianggap benar. Kalau itu yang terjadi tidak baik karena saya harus bisa menjelaskan mana yang betul dan salah," jelasnya. (osa)