Berita Utama
Minggu, 28 September 2008, 21:40:09 WIB
Presiden SBY:
Pencalegan Edhie Baskoro Bukan Politik Dinasti
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memandang kurang tepat bila pencalonan putra keduanya, Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai Caleg DPR dari Partai Demokrat, dikaitkan dengan politik dinasti. "Politik dinasti itu barangkali lebih tepat diartikan sebagai kekuasaan secara turun temurun," jelas SBY di Istana Negara, Minggu (28/9) malam."Kalau seseorang itu, anak siapapun itu untuk mencapai suatu posisi berkompetisi secara demokratis, itu kan fair dan sah. Edhie Baskoro Yudhoyono memenuhi syarat. Sejak tahun 2005 aktif di Partai Demokrat, barangkali juga memiliki kapasitas pendidikan, dia ingin betul menjadi anggota legislatif dan berjuang bersama dengan yang lain," terangnya.
"Nomor urutnyapun di Dapil 7 Jatim, nomor urut 3, bukan nomor urut 1, karena Partai Demokrat menganut sistem suara terbanyak. Jadi menurut saya wajar. Saya juga pernah membaca di salah satu surat kabar, saya disebut-sebut KKN. Anak saya yang pertama, Kapten Inf. Agus Harimurti Yudhoyono itu juga bernuansa KKN. Dia mengikuti Akademi Militer, mengikuti jejak saya itu jalan untuk memilih profesinya. Jadi kalau itu dikaitkan dengan istilah KKN atau dinasti itu tidak tepat," lanjut SBY.
Presiden SBY juga mempunyai pandangan yang sama kepada siapapun, putra siapapun sepanjang berjuang secara demokratis. "Itu bisa menang, bisa juga kalah," tandasnya. (osa)



