Berita Utama
Minggu, 28 September 2008, 21:55:07 WIB
Presiden SBY:
"Istilah Menyogok Sungguh Melukai Hati Rakyat"
Jakarta: Program pro rakyat yang diajukan pemerintah berjalan alot pada pembahasan di DPR. Bahkan ada yang mengatakan program Bantuan Langsung Tunai itu untuk menyogok rakyat. Alotnya pembahasan program pro rakyat adalah wajar. Di negara manapun, termasuk di Indonesia, selalu ada konflik alokasi. Kesehatan, pendidikan, dan lain-lain dan juga prioritas. "Silahkan saja dirumuskan dengan baik. Waktu masih ada, tapi harapan saya pahami betul situasi perekonomian dunia dan nasional kita serta tujuan yang kita ingin capai dalam meneruskan pembangunan ini," kata Presiden SBY hari Minggu (28/9) malam, di Istana Negara."Kalau BLT dibilang nyogok, saya memang prihatin dengan istilah ini. Pada saat kita terpaksa menaikkan BBM pada bulan Mei yang besarnya sekitar 30 persen, sudah saya sampaikan bahwa ini tidak bisa dielakkan. Negara lain juga begitu. Tapi ada masyarakat kita yang cukup menderita daya belinya. Oleh karena itulah policy kita bantu dengan BLT. Tadinya akan kita bantu sampai akhir 2009, kemudian terjadi pembahasan yang alot, akhirnya diputuskan 3 bulan saja tahun 2009" ujar SBY.
" Bagi saya, ini harus. Ini empati kita, kewajiban kita membantu yang memerlukan bantuan sampai mereka betul-betul secara bertahap pulih kembali. Dan kalau ini dianggap nyogok, tentunya ini tidak tepat. Istilah menyogok ini sebenarnya melukai hati rakyat, karena tentu tidak begini pemerintah memperlakukan rakyatnya. Lagi pula BLT ini pernah kita jalankan tahun 2005, 2006 jauh sebelum pemilu. Pemerintah hanya ingin konsisten dan konsekwen dengan apa yang dilakukan waktu yang lalu," kata SBY
" Sekarang musim mudik lebaran. Banyak pihak, baik perusahaan dan partai yang membantu saudara-saudara kita untuk mudik. Apa itu juga dianggap nyogok? Kan tidak? Ini ingin membantu rakyat. Mari kita tidak berburuk sangka dalam hal-hal seperti ini , " tambahnya. (win)



