Berita Utama

Presiden:

"Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Diskriminatif dan Tebang Pilih"

Presiden SBY menjawab pertanyaan para wartawan di Istana Negara, Minggu (28/9) malam, usai buka puasa bersama para wartawan yang biasa meliput kegiatan Presiden SBY. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menjawab pertanyaan para wartawan di Istana Negara, Minggu (28/9) malam, usai buka puasa bersama para wartawan yang biasa meliput kegiatan Presiden SBY. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Komisi Pemberantas Korupsi dan semua pihak agar dalam menegakkan hukum diproses secara seksama atas dasar rule of law." Saya ingin konsisten bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh diskriminatif dan tebang pilih," kata Presiden usai berbuka bersama wartawan di Istana Negara, Minggu (28/9) malam.

"Saya percaya KPK akan melakukan hal yang sama, dan memproses secara adil dan akuntabel semua dugaan korupsi itu. Namanya dugaan, kalau terbukti bersalah beri sanksi hukum. Tidak terbukti, tentu tidak diberi sanksi hukum. Kita serahkan penuh KPK secara profesional menjalankan tugasnya," kata Presiden SBY

"Saya tidak pernah dan tidak akan menghalang-halangi pemeriksaan kepada siapapun, termasuk kemungkinan ada menteri yang terlibat. Saudara ketahui, besan saya juga menjalani pemeriksaan hukum. Selaku kepala pemerintahan, saya ingin KPK bisa menuntaskan semuanya itu, seadil-adilnya, agar rakyat juga mendapat keadilan yang sejati," tegas SBY. (win)