Berita Utama
Minggu, 28 September 2008, 22:50:52 WIB
Usul dan Masukan dari Wartawan
Jakarta: Usai memberikan jawaban secara rinci atas 21 pertanyaan masalah aktual yang terjadi baik dalam negeri maupun luar negeri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta masukan dari para wartawan soal kendala yang dihadapi dalam bertugas meliput kegiatan di Istana Kepresidenan."Saya tahu, tugas wartawan itu harus cepat memberitakan. Beritahu saya fasilitas apa yang kurang. Bukan apa-apa, agar tugas saudara-saudara dapat dilaksanakan dengan baik," kata Presiden SBY, di Istana Negara, Minggu (28/9) malam. "Saya minta maaf tidak bisa setiap saat memantau dan bertanya kendala yang dihadapi, karena saya percaya sistem telah berjalan," ujar Presiden SBY
Tentu kesempatan yang diberikan Presiden tidak disia-siakan para wartawan. Ada 6 wartawan yang menyampaikan usulannya, antara lain soal fasilitas internet di ruang tunggu wartawan yang kurang baik, akses data atau informasi soal Inpres, Keppres yang baru, lampu standar broadcasting yang tidak berfungsi lagi di ruang Istana Negara, serta kru televisi swasta yang meminta setiap liputan ke luar daerah bisa 2 orang yang selama ini hanya dapat jatah 1 orang dan sebagainya.
Ada juga yang mengusulkan agar pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara intens apakah sebulan sekali atau dua minggu sekali, karena ini sangat efektif untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya. Atas usulan ini, SBY mengatakan, "Saya ini ada kalanya dorstop, ada kalanya di daerah, adakalanya menteri saya minta menjawab, adakalanya saya minta jubir menjawab. Namun kalau para wartawan ingin mendapatkan penjelasan dari saya, sampaikan sebaiknya ini Presiden langsung bicara, karena tentu saya harus menggerakkan sistem semuanya," kata Presiden SBY
Atas masukan dan saran dari wartawan itu, Presiden SBY meminta Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, Ahmad Rusdi untuk segera mencari jalan keluarnya. "Saya minta wartawan laporkan kepada saya kalau sebulan belum selesai,"
kata Presiden SBY, disambut aplaus wartawan. (win)



