Berita Utama
Rabu, 1 Oktober 2008, 11:00:29 WIB
Krisis Keuangan Global
"AS dan Negara Maju Lainnya Harus Bertanggung Jawab "
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan hari Rabu (1/10) pagi, di Istana Negara. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menurut SBY, krisis keuangan yang episentrumnya berada di Amerika Serikat, memberikan efek gelombang tsunami kepada negara-negara lainnya. ”Apabila tidak segera bisa diatasi dan tidak bisa segera distabilkan, maka tentu tidak baik bagi perekonomian global. Oleh karena itu, saya menyerukan kepada Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya supaya maju untuk mengambil tanggung jawab globalnya. Benar-benar bisa mengatasi dan menstabilkan sektor keuangannya karena
sesungguhnya mereka memiliki kemampuan yang lebih besar untuk
mengatasi semuanya itu,” kata SBY usai acara sungkeman keluarga, di Istana Negara.
Dalam mengatasi krisis seperti ini, menurut SBY, yang diperlukan adalah kecepatan dan ketepatan dalam bertindak. ”Kita semua berharap ada satu konsensus yang akhirnya dapat mengatasi krisis keuangan dan menstabilkan sektor keuangan. Apabila krisis terus berlanjut, maka negara-negara berkembang akan mengalami dua permasalahan, yaitu mengganggu upaya negara berkembang untuk mengurangi kemiskinan, serta kurangnya kapasitas dan kekuatan negara-negara berkembang untuk mengatasi krisis tersebut,” tambahnya.
”Kita semua tahu bahwa perekonomian dunia sudah terintegrasi. Kita hidup dalam perekonomian global yang saling ketergantungan antara satu ekonomi dan ekonomi lainnya yang sangat kuat. Kita bersama-sama dalam era globalisasi ini menjalankan yang disebut dengan the rules of globalization. Mau tidak mau, begitu hukum-hukum globalisasi. Oleh karena itu ketika ada satu krisis yang terjadi di wilayah mana pun di dunia ini, apalagi di negara maju, maka yang memiliki kemampuan lebih dan akhirnya miliki tanggungjawab lebih, mesti menjalankan misinya dengan seksama. Indonesia sendiri sebagaimana saya sampaikan beberapa saat lalu, kita terus mengantisipasi melakukan langkah-langkah yang proaktif dan kita akan lakukan segala upaya untuk mengatasi masalah itu,” kata SBY kepada para wartawan.
Walaupun terdapat pengaruh global, Presiden SBY berharap Indonesia tetap dapat mengelola perekonomian. ”Kita juga harus bisa membangun fundamentalnya yang lebih kuat lagi, kemudian menggerakkan sektor riil, tumbuhkan ekonomi disertai dengan pemerataan yang adil di seluruh tanah air,” kata Presiden.
Kepada seluruh pelaku ekonomi, Presiden SBY mengharapkan adanya kerja sama yang lebih intensif dengan pemerintah. ”Marilah kita terus membangun kemitraan membangun komunikasi. Insya Allah gonjang-ganjing keuangan global yang terjadi sekarang ini, dengan kebersamaan kita, bisa kita kelola dampaknya sehingga ekonomi kita akan terus tumbuh mencapai sasaran-sasarannya,” kata SBY, didampingi Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng. (mit)
.



