Berita Utama
Senin, 6 Oktober 2008, 16:15:14 WIB
Presiden SBY:
Ada Kewajiban Pemerintah, Ada Kewajiban Pengusaha
Presiden SBY saat memberi pemaparan dampak krisis keuangan AS dalam rapat paripurna di lantai III Kantor Mensesneg, hari Senin (6/10) siang. (foto:abror/presidensby.info)
”Tadi menteri keuangan membikin list insentif panjang sekali. Saya pikir ini suatu pikiran yang positif, mudah-mudahan ini bisa meringankan beban dunia usaha, kata Presiden. Ditambahkan, ”Kewajiban dunia usaha, kewajiban swasta, saya berharap lebih resilient dan berupaya sekuat tenaga mempertahankan kinerja, mencari peluang dan harus share the hardship.Tentu tidak ideal, tapi kalau dunia usaha menunggu semuanya beres, pemerintah mengatasi semuanya, itu tidak mungkin terjadi. Perlu berbagi dengan masing-masing menjalankan kewajibannya ,” ujar Presiden SBY.
Presiden berharap agar semua cerdas menangkap peluang. "Misalnya untuk melaksanakan perdagangan, kerjasama ekonomi lainnya dengan negara-negara sahabat. Ekonomi Asia meskipun turun 11 menjadi 9 persen, tetapi menurut saya tetap oke. Dua minggu lagi saya akan menghadiri pertemuan KTT di Beijing, dan saya akan pergunakan kesempatan untuk menyampaikan bagaimana kita di Asia ini bisa melakukan suatu kerjasama, karena kita mempunyai posisi better dibandingkan dengan negara lain, terutama dari segi keuangan,” ujar Presiden SBY.
” Pasar di Amerika dan Eropa akan lebih tertutup, kita tahu semua. Dan barangkali melemah untuk ekspor kita. Oleh karena itu solusinya bikin produk kita lebih kompetitif dibandingkan produk negara-negara lain. Jangan keliru kita membaca di mana peluang itu ada di masa-masa seperti ini. Parner kita yang paling baik itu siapa ? Jepang, China atau negara-negara lain yang bisa mendapatkan peluang ,” kata Presiden SBY
” Tahun 2005 sesungguhnya Indonesia mengalami permasalahan. Kurs terguncang, saham, devisa, tetapi dengan cekatan Gubernur Bank Indonesia, Menkeu dan kita semua bekerja. Saya berkomunikasi lewat telepon. Saya menulis surat kebeberapa pemimpin Asia, dan mereka mengatakan we are together kalau Indonesia ada apa-apa. Ada sejumlah komitmen , meskipun bisa kita gunakan, dan tidak akan kita gunakan. Tapi kerjasama itu penting dalam masa-masa seperti ini,” tandas Presiden SBY. (win)



