Berita Utama

Utamakan Produksi Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang

Presiden SBY menghadiri rapat paripurna di lantai III Kantor Mensesneg, hari Senin (6/10) siang. (foto:haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menghadiri rapat paripurna di lantai III Kantor Mensesneg, hari Senin (6/10) siang. (foto:haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta para menteri untuk merumuskan sebuah intruksi kepada seluruh jajaran pemerintah, agar dalam pengadaan barang mengutamakan produksi nasional. Harapan Presiden ini disampaikan dalam rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di lantai III Kantor Menteri Sekretaris Negara, hari Senin (6/10) siang. Rapat membahas gejolak ekonomi global akibat krisis keuangan di AS.

”Berkali-kali kita sampaikan, saya lihat lebih suka beli dari luar negeri. Mari kita hentikan budaya fee yang tidak masuk akal, yang berlebihan, menyedot devisa, mungkin masih ada mark up yang harus kita atasi. Saya juga meminta semua dalam suasana seperti ini, mencegah mengalirnya barang-barang produk luar negeri secara besar-besaran. Saya mendapat informasi, bisa jadi produk negara-negara yang selama ini mengalir ke Amerika dan Eropah, pasarnya menciut atau belok kanan membanjiri Indonesia. Harus kita cegah. Imigrasi, Bea dan Cukai harus tegas dan ketat. Disiplin supaya tidak tertembus sehingga melumpuhkan produksi dalam negeri,” tegas Presiden SBY.

Presiden juga mengajak semua untuk memperkokoh sinergi atau kemitraan antara pemerintah, Bank Indonesia dengan jajaran perbankan, swasta dan dunia usaha .” Hilangkan rasa curiga mencurigai. Semua berperan, semua penting. Kalau ada masalah di antara kita, mari kita pecahkan dengan baik, mari kita cegah tindakan yang unilateral, sepihak, sepanjang itu tidak berkaitan dengan pelanggaran hukum. Ya kalau pelanggaran hukum, hukum ditegakkan, ” tegas Presiden SBY.

Presiden juga meminta untuk menghentikan sikap ego sektoral dan konflik yang tidak terselesaikan antara pemerintah dan swasta.” Ini memalukan dan menhambat momentum, merusak kepercayaan. Bagaimana ini, mau bisnis di Indonesia pecah kongsi semua. Saya tidak bisa menerima kalau sama sekali tidak ada solusi. Saya ingatkan, kita ini betapa penting dan kuatnya sebuah institusi, tidak bisa bekerja sendiri. Siapapun, termasuk saya, Presiden, termasuk Wapres Jusuf Kalla, termasuk semua. Kita memerlukan kerjasama,” kata Presiden SBY.

Selain itu, Presiden SBY kembali mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk lebih mempergunakan produksi dalam negeri. “Ini ajakan sudah berulang-ulang, sejak Orde Baru, Orde Reformasi, agar kita lebih mempergunakan produk Indonesia. Kampanye besar-besaran. Tadi Wapres titip saya agar proyek-proyek yang luxury, impor barang-barang yang berkaitan dengan itu bisa ditunda dulu supaya tidak terlalu berat kita punya beban pembiayaan impor,” ujar Presiden SBY

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa banyak yang mengatakan tahun 2009 adalah tahun politik dan tahun pemilu. ”Harapan saya sebagai Kepala Negara, mari kita lakukan politik yang lebih non partisan, khusus mengatasi masalah-masalah ini, untuk kepentingan rakyat. Non partisan dalam arti ada konsensus, ada kompromi. Mari kita nomor duakan kepentingan kelompok,” kata Presiden

Presiden juga minta semua untuk melakukan komunikasi yang tepat dan bijak kepada rakyat. "Jujur, jangan beri angin surga, semua akan baik, tenang-tenang saja, dont worry be happy. Itu tidak mendidik. Memang ada masalah, ada pengaruh dari krisis keuangan global ini. Namun mari kita berpikir positif, cegah statement yang bukan kewenangannya maupun yang tidak perlu. Yang tidak punya kaitan dengan fiskal dengan moneter kita. Ngomong tiap hari bikin pusing ataupun kewenangannya, tapi tidak perlu. Setiap masalah langsung disampaikan ke publik, karena nanti bisa terjadi miss persepsi. Nanti pada saatnya jelaskan. Dengan demikian informasi yang akurat dan yang benar itu bisa diterima oleh masyarakat kita,” kata Presiden SBY.

”Di sini banyak pimpinan media massa yang hadir. Saya hanya berharap karena peranan pers dan media massa sangat penting, saya percayakan penuh, bagaimana saudara-saudara berperan pula terhadap keberhasilan kita sebagai bangsa dan negara untuk mengatasi persoalan ini,” kata Presiden SBY. (win)