Berita Utama
Kamis, 9 Oktober 2008, 21:02:31 WIB
Krisis Keuangan Global
SBY: Pemerintah Bertekad Menjaga Program Prorakyat Tetap Berjalan
Presiden SBY menyampaikan keterangan pers soal antisipasi dampak krisis global, di Ruang Pers Kantor Presiden, Kamis (9/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Program-program pemerintah untuk rakyat, seperti yang dikategorikan dalam tiga cluster, program penanggulangan kemiskinan, dan program peningkatan kesejahteraan terus dilakukan. ”Oleh karena itu yang kita pastikan adalah pembelanjaan pemerintah sesuai dengan APBN Perubahan 2008 yang sangat diperlukan untuk stimulasi pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan atau yang sering saya sebutkan social saffety nett itu mengalir dan tetap dialirkan untuk membiayai pembangunan,” Presiden menjelaskan.
Sebagaimana tertera dalam APBN 2008, lanjut Presiden, belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 290 triliun. Pada Oktober ini sebesar Rp 25,9 triliun akan dipercepat pengeluarannya. "Ini likuiditas yang sangat diperlukan yang bisa menjamin terus berputarnya, bergeraknya, pembangunan ekonomi di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Januari sampai Oktober akan sudah bisa kita alirkan hampir mencapai 60 persen dari APBN kita dan kemudian bulan-bulan berikutnya kita harapkan dialirkan sesuai dengan sasaran,” kata Presiden SBY.
”Ini tentu bisa menjawab kecemasan kalau-kalau kita mengalami kesulitan likuiditas terutama untuk pembiayaan APBN kita . Inilah yang menjadi konsentrasi utama kita. dan intruksi saya kepada seluruh jajaran pemerintah, para menteri, pimpinan daerah, juga sepert itu,” ujar Presiden SBY.
”Justru yang paling baik, ingar-bingar dari financial crisis yang bersifat global ini tidak perlu harus mengusik, menganggu, apa yang sedang kita lakukan dalam konteks pembangunan di dalam negeri ini yang dibiayai oleh APBN kita. Itu yang paling utama dan itu konsentrasi kita. Sekali lagi untuk melindungi kepentingan rakyat,” SBY menegaskan.
Selain itu, lanjut Presiden, kita juga harus memastikan sektor riil tetap bergerak. Untuk itulah secara maraton Presiden dan pemerintah terus memelihara komunikasi dengan dunia usaha. "Mereka juga tidak mengalami disorientasi, tapi berupaya melakukan penyesuaian dan sektor riil bisa terus bergerak," SBY menambahkan.
Pemerintah, Bank Indonesia, dan jajaran perbankan juga memastikan agar ada likuiditas, ketersediaan kredit dan lain-lain, untuk menjaga sektor riil. Kalau ada penurunan ekspansi tahun 2009, itu dimengerti. Tetapi sekuat tenaga kita memastikan sektor riil berjalan,” kata Presiden SBY. (win)



