Jumat, 10 Oktober 2008, 15:39:17 WIB
Di Tangerang
Presiden: Sektor Riil Harus Tetap Bergerak
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan peresmian Masjid Raya Bani Umar, di Bintaro, Tangerang, Jumat (10/10) pagi. (foto: rusman joni/presidensby.info)
Tangerang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap berpikir jernih agar dapat mencari solusi agar krisis keuangan global tidak mengancam Indonesia. "Mari tetap tenang, rasional, jernih, sambil mencari upaya untuk mengelola agar dampak krisis keuangan global tidak mengancam perekonomian kita. Dengan cara itu, akan terdapat solusi untuk menggubah perekonomian," kata Presiden, saat meresmikan Masjid Raya Bani Umar, di Bintaro, Tangerang, Jumat (10/10) pagi.
Pemerintah, ujar Presiden, bekerja sama dengan Bank Indonesia dan pengusaha sektor riil akan menentukan langkah agar pengaruh krisis keuangan global dapat diminimalkan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan program-program prorakyat. "Seperti program pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi," Presiden menambahkan.
Untuk membiayai program tersebut, pemerintah sudah memiliki anggaran yang cukup untuk menjalankannya. "Kita punya anggaran cukup dari kementrian dan lembaga negara untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia dan untuk membiayai program-program prorakyat," Presiden SBY menjelaskan. Tak tanggung tanggung, dana yang disediakan pemerintah sebesar Rp 290 triliun, sehingga meskipun ada gonjang-ganjing perekonomian dunia, kehidupan di Indonesia tidak akan berhenti.
Pemerintah juga akan terus menjaga sektor riil agar tetap bergerak. "Kami bertekad akan menjaga sektor riil tetap bergerak. Kami, pemerintah, akan mengeluarkan regulasi dan mencari solusi agar seluruh perekonomian bergerak," SBY menandaskan.
SBY mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan sumber-sumber pembangunan yang dimiliki dan meningkatkan kemandirian. "Jangan tergantung kepada negara-negara lain. Dengan semangat itu, maka kemandirian, daya saing, dan kerja sama kita harus terus dikembangkan," ujar Presiden. (mit)