Minggu, 12 Oktober 2008, 11:24:26 WIB
Presiden Hadiri Peringatan Hari Lahir Kongcu
Presiden SBY menandatangani barongsai yang turut meramaikan peringatan Hari Lahir Nabi Kongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion Sepakbola Persikabo, Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Cibinong: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani menghadiri peringatan Hari Lahir Nabi Kongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion Sepakbola Persikabo, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/10) pagi. Tahun ini tanggal 27 bulan 8 Imlek/Kongzi Li jatuh pada Jumat, 26 September 2008.
Ketua Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu) Ws. Budi S. Tanu Wibowo, menjelaskan, Khongcu lahir pada 27 bulan 8 Imlek tahun pertama atau bertepatan dengan 551 tahun sebelum masehi. "Setiap tahun, umat Khonghucu di seluruh dunia memperingati hari kelahiran beliau, termasuk di tempat-tempat ibadah agama Khonghucu di Indonesia," kata Budi.
Peringatan kelahiran Khongcu 2008 ini mengambil tema `Membenarkan Nama-nama`.Tema ini, ujar Budi, dipetik dari salah satu sabda nabi ketika menjawab pertanyaan muridnya tentang apa yang pertama-tama dilakukan ketika nabi mendapat sebuah tanggung jawab. "Intinya beliau menekankan pentingnya adanya keselarasan antara nama dan makna, antara atribut atau jabatan dengan tanggung jawab," Budi menjelaskan.
Lebih lanjut Budi menambahkan, saat ini sebagian besar pasangan Konghucu sudah bisa mencatatkan pernikahannya di catatan sipil. Bahkan di beberapa daerah, pemerintah daerah sempat ikut melakukan pencatatan pernikahan secara masal. "Peraturan pemerintah tentang agama dan pendidikan keagamaan juga sudah mencakup pendidikan agama dan keagamaan Konghucu. Bahkan baru-baru ini peraturan menteri tentang standar kelulusan dan kurikulum agama Khonghucu telah resmi ditandatangani," Budi menerangkan.
Presiden SBY berharap agar dengan semangat hari lahir nabi Khongcu ini ke depan umat Khonghucu bisa menjalani kehidupan yang baik dan kehidupan yang dicita-citakan bersama. "Kita harus terus memelihara kehidupan yang harmonis, penuh dengan kerukunan, dan penuh toleransi. Masyarakat seperti itulah yang ingin kita tumbuhkan di Indonesia. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua umat Khonghucu," kata SBY.
Di akhir acara, Presiden SBY dan Ibu Ani serta kurang lebih 10 ribu umat Khonghucu dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang menyaksikan pertunjukan Barongsai. Barongsai berbulu lebat itu menari lincah diantara tonggak-tonggak yang disusun berjejer. Presiden SBY sangat menikmati pertunjukkan tersebut. Bahkan Presiden SBY sempat berjabat tangan dengan pemain Barongsai dan membubuhkan tanda tangan pada kostum Barongsai.
Dilepaskan pula 80 ekor merpati yang membawa 80 pesan perdamaian keseluruh pelosok. Nampak hadir antara lain, Menag Maftuh Basyuni, Mensesneg Hatta Rajasa, Wakil Gubernur Jabar Yusuf M. Effendi dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)