Berita Utama
Minggu, 12 Oktober 2008, 13:15:08 WIB
Presiden di Cibinong:
Kebijakan yang Adil dan tidak Diskriminatif Adalah Pilihan Indonesia
Presiden SBY dan Ibu Ani, serta Mensesneg dan Wagub Jabar Dede Yusuf, saat menghadiri peringatan Hari Lahir Khongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah, harus menjalankan tugasnya secara adil dan tidak diskriminatif. Jalankan kewajiban itu dengan sebaik-baiknya," lanjut SBY.
Pemimpin, apapun jabatnnya, harus membuktikan satunya kata dalam perbuatan. "Katakan apa yang telah anda lakukan dan lakukan apa yang telah anda katakan. Empat tahun yang lalu, tanggal 9 September 2004, sebelum saya menjadi Presiden, di Jakarta saya menyampaikan pidato yang berjudul Indonesia Untuk Semua. Salah satu butir penting dalam pidato itu adalah diskriminasi `no`, kesetiakawanan sosial yes," ujar SBY.
"Ada kalimat yang saya kutip dari pidato itu apa adanya, wawasan kebangsaan kita mengharuskan hadirnya keberagaman. Mengharuskan hadirnya pluralitas dan kebinekaan. Wawasan ini mengharuskan bahwa setiap orang dan kelompok masyarakat harus memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak boleh ada perlakukan diskriminasi. Karena belum menjadi Presiden, maka saat itu saya katakan, di awal masa pemerintahan saya nanti akan saya pastikan dilakukan evaluasi dan penghentian setiap aturan dan praktik kehidupan yang diskriminatif," SBY menjelaskan.
"Empat tahun yang lalu dan sekarang kita semua ingin mewujudkan semuanya itu secara sungguh-sungguh. Kemajuan telah tercapai dan masih ada pekerjaan rumah, mari kita selesaikan bersama-sama," Presiden SBY menegaskan. (osa)



