Minggu, 12 Oktober 2008, 13:27:17 WIB
Tetap Tenang dan Jangan Panik Hadapi Krisis Global
Presiden SBY saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nabi Kongcu, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/10) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Cibinong: Menghadapi krisis keuangan dan resesi ekonomi global, bangsa Indonesia harus tetap tenang dan tidak panik. Terus berpikir rasional agar terbuka jalan dan solusi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengulangi kembali seruannya ini saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nabi Kongcu, Shengren Kong Zi ke-2559, di Stadion Sepakbola Persikabo, Cibinong, Bogor, Minggu (12/10) pagi.
Pemerintah dan semua pihak terkait, ujar Presiden, terus berusaha untuk mengatasi agar dampak krisis finansial global ini bisa diminimalkan. Bekerjarsama dunia usaha, pemerintah terus berupaya mengelola permasalahan ini. "Prioritas dan langkah-langkah penting yang dilakukan pemerintah adalah yang penting rakyat harus kita lindungi. Anggaran dalam APBN dan APBD mesti dijalankan dengan baik agar program tetap berjalan, tidak terganggu dan kepentingan rakyat dipenuhi," kata Presien SBY.
"Saya meminta jajaran pemerintah di seluruh Indonesia untuk betul-betul memastikan bahwa program-program pembangunan dengan anggarannya dapat berjalan baik," tambahnya. "Sektor riil, karena ada dampaknya, harus kita jaga agar kegiatan itu tetap berjalan. Perihal pasar modal yang ikut gonjang ganjing itu memang aliran dari persoalan di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya," SBY menjelaskan.
Presiden SBY menuturkan, saat ini bangsa Indonesia sedang giat-giatnya membangun suasana dalam keadaan yang baik, kemudian tiba-tiba datang tsunami keuangan seperti itu. "Oleh karena itu, Indonesia akan terus aktif bersama-sama masyarakat dunia menstabilkan gonjang ganjing keuangan ini, meskipun tidak semua faktor berada dalam jangkauan kita," jelas SBY.
Untuk itu, SBY berterimakasih kepada dunia usaha yang pada hari-hari terakhir ini ikut mengatasi dampak krisis tersebut demi kepentingan rakyar. "Saya mengingatkan, jangan sampai ada orang yang dalam suasana seperti ini ikut mengambil keuntungan dan mengganggu perekonomian kita. Orang seperti tu akan mengkhianati rakyat," SBY menegaskan. (osa)