Berita Utama

Presiden pada HUT Ke-63 TNI

Lanjutkan Reformasi TNI Secara Tuntas

Presiden SBY menyematkan tanda jasa pada  HUT ke 63 TNI, Selasa (14/10) pagi, di Dermaga Ujung Madura, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyematkan tanda jasa pada HUT ke 63 TNI, Selasa (14/10) pagi, di Dermaga Ujung Madura, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya. (foto: abror/presidensby.info)
Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengintruksikan jajaran TNI untuk terus memelihara dan mantapkan kesiagaan, melakukan latihan, baik intra angkatan maupun latihan gabungan antarangkatan secara berkala. TNI harus sanggup dan mampu dikerahkan dan ditugaskan secara cepat, kapanpun dan kemanapun. Intruksi tersebut bagian dari empat instruksi yang disampaikan Presiden SBY dalam amanatnya pada upacara peringatan HUT ke-63 TNI di Dermaga Ujung Madura, Markas Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/10) siang.

Presiden meminta empat instruksi ini menjadi pedoman jajaran Departemen Pertahanan dan TNI. Intruksi berikutnya, Presiden meminta untuk terus mengikuti kecenderungan perkembangan dunia serta berbagai potensi yang bisa menimbulkan terjadinya konflik di abad 21. "Lakukan analisis dan kajian ancaman, serta kembangkan strategi dan kebijakan yang tepat untuk menghadapi skenario itu," kata Presiden

Instruksi ketiga, memutakhirkan dan mengembangkan terus kebijakan dan strategi pertahanan, serta doktrin, karena corak peperangan akant terus berubah dari waktu ke waktu. "Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi dan komunikasi, akan menjadikan perang di masa depan semakin kompleks. Oleh karena itu, TNI harus siap untuk menghadapi perang, baik perang konvensional maupun asimetris, non konvensional dan bentuk perang lainnya," Presiden menegaskan.

Keempat, Presiden meminta melanjutkan reformasi TNI secara tuntas, hormati pranata hukum dan demokrasi. "Terus kawal kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang bertumpu pada Pancasila dan UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Presiden SBY. (win)