Selasa, 14 Oktober 2008, 15:27:11 WIB
Presiden pada HUT Ke 63 TNI:
"Reformasi TNI Butuh Dukungan Semua Pihak"
Presiden SBY didampingi pimpinan TNI menyaksikan atraksi pasukan TNI pada HUT ke 63 TNI, Selasa (14/10) pagi, di Dermaga Ujung Madura, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya. (foto: abror/presidensby.info)
Surabaya: Selama satu dasawarsa ini, reformasi internal TNI telah berlangsung dengan baik. Karena itu reformasi TNI tidak boleh berhenti dan harus terus dilanjutkan. Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya pada upacara peringatan HUT ke-63 TNI di Dermaga Ujung Madura, Markas Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/10) siang.
“Namun harus disadari, bahwa proses transformasi secara utuh tentu memerlukan waktu. Karena itu, dukungan dan pengertian semua pihak tetap diperlukan agar reformasi TNI dapat mencapai tujuan sebagaimana yang kita kehendaki bersama,” ujar Presiden SBY.
Dinamika dan perjuangan pasat surut peran TNI, lanjut SBY, telah makin mendewasakan TNI dalam bersikap dan bertindak untuk menegakkan intergritas NKRI. ”Tahun ini sesungguhnya merupakan tahun yang sangat penting bagi kesinambungan peran dan tugas TNI di masa depan. Karena pada tahun ini genap 10 tahun reformasi dalam tubuh TNI,” kata Presiden SBY.
Sebagai bagian dalam komponen utama pertahanan negara, TNI telah mencanangkan peradigma baru dan melaksanakan reformasi internalnya. Reformasi itu, antara lain, telah mengembalikan peran utama TNI sebagai pengawal kedaulatan negara. “TNI tidak lagi terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik praktis, TNI tidak lagi terjun dalam aktivitas lain di luar bidang pertahanan. Transformasi seperti ini sangat penting agar TNI dapat semakin efektif dan profesional dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI,” Presiden SBY menjelaskan.
Menurut Presiden SBY, NKRI yang sangat luas dengan posisi geografis yang amat strategis tentu memerlukan sistem pertahanan yang tangguh. Sistem pertahanan yang didukung tentara yang kuat dan professional sehingga memancarkan daya tangkal yang tinggi. “Tentara yang ditakuti lawan, disegani kawan, dan dicintai rakyat. Tentara yang berada di garda terdepan dalam mempertahankan setiap jengkal tanah di negeri tercinta ini,” kata Presiden. (win)