Berita Utama
Kamis, 16 Oktober 2008, 15:44:59 WIB
Hadapi Krisis Global dan Persoalan Kawasan
Indonesia Ingin Mendayagunakan ASEAN Plus Three
Jakarta: Untuk mengatasi krisis keuangan global, juga memilihara keamanan dan ketertiban kawasan, sikap Indonesia pada prinsipnya betul-betul ingin mendayagunakan ASEAN, baik ASEAN maupun Asean Plus Three untuk mengambil langkah bersama. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambag Yudhoyono dalam keterangan persnya (doorstop) di hadapan wartawan, Kamis (16/10) siang, di halaman depan Kantor Presiden. Doorstop terjadi usai Presiden menerima Menko Polhukam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menlu Hassan Wirajuda,”Saya telah menerima Menko Polhukan, Menkeu, dan Menlu untuk membahas tentang keperluan dilaksanakannya pertemuan puncak ASEAN pertama, untuk membahas langkah-langkah ASEAN dan langkah-langkah kawasan menghadapi krisis keuangan global ini dengan mengambil pelajaran tahun 1997,” kata Presiden SBY.
Menurut Presiden, pada krisis keuangan tahun 1997, Asia tenggara dan Asia mengalami krisis. Waktu itu kerjasama Asia dirasakan kurang efektif. ”Kita ingin, apalagi ASEAN sudah punya konsep ASEAN economic community, ada forum Asia Timur. Intinya ASEAN plus three, ASEAN bersama-sama dengan China, Jepang dan Korea Selatan,” Presiden menambahkan.
Presiden SBY telah melayangkan surat kepada para pemimpin ASEAN, ditujukan kepada PM Thailnad selaku chairman saat ini, agar bisa mengacarakan pertemuan ASEAN di sela-sela pertemuan puncak ASEM Beijing. ”Bagus barangkali kalau bukan hanya pertemuan ASEAN, tapi Asean plus three sehingga langkah-langkah regional itu menjadi lebih efektif. Tentu sumber dayanya lebih besar, kerjasamanya lebih kredibel, kalau China, Jepang, Korsel dan ASEAN menyerasikan langkah kita untuk menghadapi krisis keuangan global ini. Ini yang sarankan tadi melalui surat kepada pimpinan ASEAN,” ujar Presiden SBY.
Indonesia juga menyimak usulan Filipina mengenai perlunya dana ASEAN Plus Three. "Meskipun demikian Indonesia berpendapat, sambil mendengarkan pandangan dari Filipina itu, mari kita tindaklanjuti upaya untuk merumuskan yang disebut dengan Chiang Mai Inisiatif ASEAN Plus Three untuk memikirkan mengumpulkan dana ASEAN Plus Three. Dana kawasan dengan aturan tertentu, dengan syarat-syarat tertentu bisa digunakan membantu negara-negara yang mengalami kesulitan keuangan,” ujar Presiden SBY.
Menyangkut perkembangan situasi di perbatasan Kamboja dan Thailand, Presiden berharap konflik tidak meluas. SBY telah berkomunkasi dengan PM Thailand dan PM Kamboja beberapa hari lalu. ”Harapan saya, sesuai dengan komitmen yang disampaikan oleh kedua perdana menteri agar konflik tidak meluas. ASEAN dengan semangat kekeluargaan yang baik, semangat ASEAN Security Community harus bisa ikut mendorong tidak menjadi konflik yang terbuka. Yang paling baik dua-duanya menahan diri dan kemudian melanjutkan perundingan. Indonesia siap untuk menjadi bagian penyelesaian konflik yang damai itu,” jelas Presiden SBY. (win)



