Berita Utama

Doorstop Usai Salat Jumat

Presiden: "Terimakasih Karena Kita Satu Perahu"

Presiden SBY memberi keterangan pers, usai salat Jumat (17/10), di halaman masjid Baiturrahim, kompleks istana. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan pers, usai salat Jumat (17/10), di halaman masjid Baiturrahim, kompleks istana. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPR RI yang telah bersama-sama pemerintah mencari solusi dan merumuskan kebijakan terbaik dalam menangani krisis global. Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah yang juga telah bekerja keras meminimalkan dampak krisis.

Demikian dikatakan Presiden SBY dalam keterangan persnya usai menunaikan Shalat Jumat di Masjid Baiturrohim, kompleks istana, Jumat (17/10) siang. "Langkah-langkah kita bersama untuk mengelola perekonomian akibat dari krisis keuangan global ini terus kita lakukan. Pemerintah pusat dan daerah melalui para gubernur yang saya undang ke Jakarta kemarin, BI, para pelaku dunia usaha, BUMN dan semua pihak yang sekarang sedang dan terus bekerja," ujar SBY.

"Untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan. Tetapi saya ingatkan tugas kita belum rampung, gejolak keuangan dunia belum berakhir. Oleh karena itu jawabannya, mari yang telah kita lakukan terus kita lakukan agar dampak itu kita minimalkan, kita moderatkan sehingga perekonomian kita masih tetap terjaga dan yang penting rakyat bisa kita lindungi," seru SBY.

Presiden menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dan kesatuan langkah yang telah ditunjukkan pada pekan-pekan ini. "Mari kita teruskan. Saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada DPR RI, para pimpinan komisi, pimpinan fraksi terkait, maupun seluruh anggota DPR yang minggu-minggu ini, siang dan malam bersama-sama pemerintah untuk mencari solusi terbaik, merumuskan kebijakan terbaik. Kalau itu wewenang eksekutif pada eksekutif, kalau itu wewenang dewan ada pada dewan. Kalau itu wewenang bersama kita jalankan secara bersama," SBY menambahkan.

Contoh solusi bersama itu, ujar SBY, adalah terbitnya Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang (Perpu) tentang langkah mengatasi dampak krisis keuangan global. "Alhamdulillah, untuk jangka pendek sekarang menjadi bagian dari solusi. Itu semua tidak akan terbit tanpa kebersamaan dengan DPR. Saya sungguh memberikan apresiasi yang tinggi," kata SBY.

"Kita dan rakyat mengetahui bahwa hubungan antara pemerintah dengan DPR adalah hubungan yang kritikal, tapi semuanya sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah UU ingin berbuat yang terbaik untuk rakyat. Ada yang disebut masa pasanag surut, ada angket, interpelasi, dan itu wajar dalam kehidupan demokrasi. Tetapi satu hal pada saat seperti ini saya bergembira, berbahagia dan berterimakasih karena kita satu perahu. Kalau untuk kepentingan bangsa, rakyat dan kepentingan mengatasi krisis dunia ini kita lebih mengedepankan politik non partisan. Ini yang terjadi sekarang ini," ujarnya.

"Mudah-mudahan dengan tetap menjaga semuanya pada bingkai konstitusi kita lanjutkan kerjasama seperti ini. DPR tetap kritikal pada pemerintah dalam fungsi pengawasan, tetapi pada hal-hal mendasar kita bisa bersatu untuk kepentingan rakyat kita," tandas Presiden SBY. (osa)