Berita Utama
Kamis, 23 Oktober 2008, 12:44:58 WIB
Presiden Ceramah di AEBF Ke-11
Kita Dapat Bangkit dari Krisis Bila Bertindak Cepat
Presiden SBY memberikan ceramah pada penutupan The 11th Asia-Europe Business Forum di China World Hotel, Kamis (23/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Untuk mengatasi ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia tetap berjaga-jaga dan waspada. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah cepat dengan melakukan diskusi intensif dengan sektor swasta, analis, dan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti parlemen. "Diskusi ini perlu untuk memastikan bahwa kami berada di jalur yang sama,” SBY menjelaskan. ”Sampai sekarang, sudah ada sinergi dan kerjasama yang baik antara semua pihak yang berkepentingan, sehingga memungkinkan kami untuk bergerak secara cepat dan komprehensif merespon paket di tiga area penting,” SBY menegaskan.
Menurut Presiden SBY, tujuannya adalah untuk meminimalkan pengaruh krisis bagi Indonesia, sekaligus memelihara momentum pertumbuhan yang telah diraih Indonesia selama ini. ”Langkah pertama, menenangkan pasar keuangan dan memulihkan likuiditas. Langkah kedua, menyesuaikan kebijakan fiskal kami. Ketiga, menciptakan kebijakan lingkungan yang kondusif dan insentif untuk menopang ekspor dan investasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” Presiden menambahkan.
Dalam ceramahnya Presiden SBY juga menekankan dua pilar untuk memperkuat kerjasama di Asia Timur. Pilar pertama, kerjasama sektor keuangan pada ASEAN +3, yakni Jepang, China, dan Korea Selatan. ”Akibat krisis keuangan Asia pada tahun 1997/1998, wilayah ini sudah meningkatkan kerjasama antara para menteri keuangan ASEAN +3. Hal ini perlu diperkuat dan diperaktif,” ujar SBY. Pilar kedua, adalah memastikan aliran perdagangan dan investasi berlanjut untuk memberikan keuntungan yang sama bagi wilayah.
Asia diharapkan dapat menjadi satu wilayah yang dapat terus tumbuh secara positif. Ini berarti, Asia akan menjadi alternatif pasar ekspor yang penting bagi pasar negara maju saat resesi. ”Kita dapat bangkit dari krisis ini bila kita bertindak cepat, komprehensif dan bekerjasama. Forum multilateral dan regional dapat mengambil perannya masing-masing. Namun ini tergantung pada masing-masing negara, pemimpin, menteri, pemerintah lokal, sektor swasta, poltisi, dan masyarakat secara umum untuk mengambil langkah yang dibutuhkan dan memulihkan kepercayaan, stabilitas dan kemakmuran,” SBY menegaskan.
Ceramah Presiden SBY yang berjudul ”National and Regional Responses to The Global Financial Crisis” ini dihadiri para Ketua Kadin ASEM, organisasi bisnis, MNC`s dan SME`s. Tampak hadir, antara lain, Vice Chairman AEBF 11 Wang Jinzhen, Menko Polhukkam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu, Meneg LH Rachmat Witoelar, Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri, dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto. (osa/win)



