Berita Utama
Jumat, 24 Oktober 2008, 14:34:03 WIB
Video Conference dengan Sekjen PBB
Krisis Jangan Alihkan Perhatian Terhadap Climate Change
Presiden SBY bersama PM Denmark Anders Fogh Rasmussen dan PM Polandia Donald Tusk, melakukan video conference dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon di Grand Hyatt Hotel, Beijing, Jumat (24/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“Ini adalah video conference pemimpin Troika dan Sekjen PBB yang kedua,” kata Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, usai acara. "Salah satu fokus utamanya adalah apa dampak dari krisis finansial ini terhadap perubahan iklim. Ini tentu menjadi sumber keprihatinan karena dikhawatirkan dana-dana yang tadinya akan dialihkan untuk proses perubahan iklim menjadi mengendur dan perhatian politik pada tingkat tertinggi juga menjadi terbagi,” Dino menambahkan.
Salah satu kesepakatan semua peserta video conference, ujar Dino, para pemimpin Troika sepakat jangan sampai krisis keuangan internasional ini mengalihkan perhatian. Ketiganya juga membahas sumber-sumber dari upaya untuk meng-goal-kan suatu rezim perubahan iklim yang sekarang sedang ditempuh. “Malah ada pemikiran bahwa ini bisa menjadi peluang dan upaya untuk menciptakan ekonomi beremisi rendah. Bisa menjadi solusi dari masalah ekonomi dan finansial yang sedang dihadapi,” Dino menerangkan.
“Ada juga kesepakatan bahwa menghadapi Konferensi PBB di Poznan, Polandia, perlu segera ada hasil-hasil yang konkret, misalnya mengenai adaptation fund. Setelah Poznan perlu ada rencana kerja untuk tahun 2009 dan perlu mulai proses perundingan untuk merancang teks yang nanti akan diselesaikan di Kopenhagen, tahun 2009. Perlu juga dirumuskan suatu teks yang bukan saja berimbang, tetapi juga komprehensif sehingga nanti bisa difinalisasikan di Kopenhagen,” ujar Dino.
Saat melakukan video conference, Presiden SBY didampingi antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu, Meneg LH Rachmat Witoelar, Dubes RI untuk RRT Sudrajat, dan Seskab Sudi Silalahi. (osa/win)



