Berita Utama
Sabtu, 25 Oktober 2008, 20:15:01 WIB
Telekonferensi dengan Peserta Konferensi PPI
SBY: Saya Tunggu Pikiran dan Pandangan Cerdas Kalian
Beijing: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan teleconference dengan para peserta Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia di Luar Negeri yang melakukan pertemuan di Museon, Den Haag, Belanda, Sabtu (25/10) malam. Konferensi yang diselenggarakan KBRI Den Haag bekerjasama dengan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) ini dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 100 Tahun Gerakan Pemuda Indonesia di Luar Negeri, dan 80 Tahun Sumpah Pemuda. Teleconference Presiden SBY ini juga didengarkan oleh pelajar Indonesia yang berada di Jerman, Iran, Australia, dan RRT.Ketua Konferensi PPI, Christian Santoso, melaporkan bahwa di Den Haag telah berkumpul 200 mahasiswa Indonesia dari 11 negara, termasuk Belanda. “Konferensi ini membahas lima topik, yaitu pembangunan pertanian rakyat, pembangunan maritim, pembangunan infrastruktur, pembangunan riset dan teknologi, serta pembangunan masyarakat kebangsaan yang madani,” kata Christian. Konferensi berlangsung dua, 25 hingga 26 Oktober 2008.
Presiden SBY sangat mengapresiasi PPI yang melakukan konferensi semacam ini karena terbukti mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki kepedulian yang tinggi dan memikirkan masa depan bangsa dan negara. ”Semoga konferensi ini nanti melahirkan pikiran yang kreatif dan inovatif. Saya berharap, pandangan dan pikiran itu nanti bisa menjadi masukan kepada pemerintah untuk membangun program aksi nyata,” SBY berpesan. Kepada para mahasiswa, SBY juga mengingatkan inti pidatonya pada 20 Mei 2008 agar bangsa Indonesia bisa meningkatkan kemandirian bangsa, meningkatkan daya saing dan membangun peradaban yang maju.
”Saya ingin agar generasi muda kedepan memiliki mental tang tangguh, mental harus bisa. Persiapkan diri kalian sebaik-baiknya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Ini adalah bentuk patriotisme dan nasionalisme masa kini. Wujud cinta terhadap tanah air,” seru SBY. ”Saya tunggu pikiran jernih dan pandangan cerdas kalian. Saya tunggu kiprah dan pengabdian kalian. Mengabdi itu bisa dimana saja, bisa di Indonesia atau di luar negeri. Yang penting hati dan semangatnya untuk Indonesia,” SBY menegaskan.
Saat melakukan dialog, Fahmi mahasiswa dari PPI Australia memohon agar pemerintah mengalokasikan dana khusus bagi kemajuan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Presiden SBY tidak bisa berjanji terlalu banyak, namun beliau akan mengusahakan untuk membicarakannya bersama Menteri Pendidikan setibanya di tanah air nanti. (osa/win)



