Berita Utama

Pertemuan Bilateral, Regional, dan Multilateral di Beijing Konkret

Beijing: Kehadiran Indonesia pada KTT ke-7 ASEM di Beijing, China, bertjuan mencari upaya meminimalkan dampak krisis finansial global, termasuk Indonesia. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (25/10) malam, di Hotel Peninsula Beijing, China, di hadapan wartawan Indonesia didampingi seluruh delegasi Indonesia ke Beijing.

Seperti disampaikan Presiden pada briefing hari pertama, ada 3 kegiatan utama kunjungan kerjanya di China. Pertama, apa saja yang bisa kita dapatkan dalam pertemuan bilateral dengan berbagai pemimpin dunia. Kedua, dalam kaitan kegiatan regional ASEAN dan ASEAN Plus Three, dan ketiga KTT ASEM yang merupakan pertemuan multilateral.

Saat ini, dunia termasuk Indonesia sedang berupaya meminimalkan dampak krisis keuangan global, mengurangi dampaknya. "Dampak ini tidak bisa dinolkan. Saya tidak ingin memberikan angin surga kepada saudara-saudara kita karena saya tidak jujur nanti. Saya sampaikan, pasti ada dampaknya. Negara lain juga kena, ada yang berat, ada yang sedang.
Yang kita usahakan adalah melakukan kebijakan, langkah-langkah, tindakan cepat. Apapun, untuk mengurangi dampak itu,” Presiden SBY menjelaskan.

Untuk mengurangi dampak krisis, ada beberapa sasaran pemerintah. Pertama, supaya pasar keuangan kita dan pasar keuangan dunia bisa distabilkan. "Tidak gonjang-ganjing terus, saham, nilai tukar, dan lain-lain," kata Presiden. Kedua, kita ingin sektor riil bisa relatif kita jaga, walaupun saya tahu ada penciutan, tapi relatif bisa kita jaga. "Ketiga, kita ingin rakyat Indonesia, terutama dari golongan lemah, bisa kita proteksi untuk tidak mendapatkan dampak yang tidak kita kehendaki,” ujar Presiden

Presiden menjelaskan, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Hu Jintao dan semua pihak di China yang bisa meneruskan kerjasama di bidang ekonomi utamanya, pembicaraan selalu beriorientasi pada 3 kepentingan atau tujuan tadi. "Bagaimana ada satu pengaman keuangan, bagaimana komitmen untuk pendanaan jalan terus. Bagaimana kerjasama pembangunan infratstruktur jalan terus, dan lain-lain,” ujar Presiden SBY.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Hu Jintao membawakan harapan, kerjasama di bidang ekonomi akan terus. Kita lanjutkan dengan besaran yang makin ditingkatkan, baik pendanaan maupun perdagangan yang saling menguntungkan,” kata Presiden SBY.

Kegiatan regional ASEAN dan ASEAN Plus Three, kita bersama-sama memikirkan langkah agar kalau krisis ini terus berlanjut. ”Dari segi ASEAN Plus Three, ada satu mekanisme penyelamatan, menolong mereka yang sangat terpukul. Itulah saya bicara dengan gamblang pada pertemuan Asean Plus Three, dan rupanya teman-teman Asean dan Plus Three mempunyai pemikiran yang serupa dan kita sepakat adanya Chiangmai Inisiatif akan mengumpulkan dana dari negara dari negara negara Asean plus three. Harapannya nanti ada 80 miliar USD dengan menkanisme tertentu dengan instrumen tertentu dengan prosedur tertentu untuk bisa membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan,” jelas Presiden SBY.

”Kita juga sepakat dalam pertemuan Asean Plus Three kemarin , kita akan menugasi menteri-menteri keuangan kita dengan semacam working group untuk mempercepat bagaimana instrumen pengaturan, kerangka, yang berhubungan dengan Chiangmai Insiatif itu, sehingga pada saatnya bisa digunakan. Itu secara konkrit yang kita rumuskan bersama dalam pertemuan Asean dan Asean Plus Three,” ujar Presiden SBY.

Lalu dalam pertemuan Multilateral pada ASEM ke 7 yang dilaksanakan dua tahun sekali ini , dimana hampir semua pemimpin Asia dan Eropa atau 45 kepala pemerintahan hadir serta sudah dipersiapkan jauh sebelumnya .”Oleh karena itu agendanya bukan hanya bagaimana kerjasama menghadapi krisis finansial , ada agenda climate change, ada dialog civilatition, dan isu –isu lain , ” jelas Presiden SBY.

”Meskipun kemarin katakanlah sehari penuh kita membahas permasalahan ekonomi global dan krisis keuangan global ini, Semua berbicara , yang jelas kita sepakat bahwa kita harus meningkatkan kerjasama secara konkrit , baik secara regional, maupun antar organisasi kawasan untuk tujuan memulikan keprcayaan , menstabilkan pasar keuangan , memastikan ekonomi riil terus bergerak, kemudian bisa tetap melindungi mereka –mereka yang terpukul akibat krisis finansial,” kata Presiden SBY. (win/osa0