Berita Utama

Presiden di Beijing

Mari Kengembangkan Kerjasama Obat-obat Tradisional Indonesia-China

Presiden SBY menyampaikan ceramah di Beijing University of Chinese Medicine, Minggu (26/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan ceramah di Beijing University of Chinese Medicine, Minggu (26/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Beijing: Tiongkok memiliki peradaban yang tinggi dan budaya yang luhur. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin pengembangan kedokteran dan pengobatan tradisonal ini menjadi peradaban yang luhur. "Di Indonesia pengembangan obat-obatan tradisional menjadi peradaban, budaya dan gaya hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu mari kita saling menimba pengalaman dan meningktkan kerjasama untuk pengembangan obat-obatan tradisional," kata Presiden SBY dalam ceramahnya di Beijing University of Chinese Medicine (BUCM), Minggu (26/10) pagi.

Hubungan Indonesia dengan Tiongkok selama ini berjalan sangat baik, kuat dan terus tumbuh berkembang. "Saya dan pemimpin Tiongkok bertekad untuk meningkatkan hubungan di berbagai bidang untuk memajukan bangsa. Kegiatan kita hari ini menjadi bagian dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok," tegas SBY.

"Kita juga tahu bahwa pengobatan tradisonal merupakan sumber ekonomi yang baru. Usaha ini memberikan lapangan kerja kepada rakyat termasuk usaha kecil dan menengah. Kalau pengobatan tradisonal dapat kita kembangkan maka rakyat mendapatkan keuntungan yang besar," SBY menerangkan. "Kita ketahui bahwa obat-obatan tradisional bisa dipasarkan di dalam negeri dan bisa juga dipasarkan di pasar global. Nilainya sangat besar sehingga bila kita tingkatkan juga akan meningkatkan ekonomi Indonesia dan Tiongkok," lanjutnya.

Presiden SBY menyerukan kepada kedua pihak untuk melakukan kerjasama termasuk kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan. "Mari sama-sama kita tingkatkan kualitas dari obat-obatan tradisional termasuk medicine security. Pada saatnya nanti pemerintah kedua negara juga bisa kerjasama memasarkan obat-obatan tradisonal ke pasar internasional," ujar SBY.

Secara khusus Presiden SBY meminta kepada pimpinan BUCM untuk bekerjasama dengan universitas di Indonesia yang telah menandatangani nota kesepahaman. "UI, IPB, UGM dan Universitas Erlangga adalah 4 perguruan tinggi top di Indonesia sehingga saya berharap dapat dilakukan kerjasama yang baik," ujar SBY.

Dalam ceramahnya Presiden SBY juga mengharapkan agar tidak ada konflik antra pengobatan barat dengan pengobatan tradisonal. Keduanya, menurut SBY saling melengkapi dan menjadi kekayaan ilmu kedokteran kita. "Indonesia termasuk negara yang bersama-sama dengan Brazil memiliki kekayaan alam yang tinggi. Obat-obatan tradisinal dan herbal sangat banyak yang berasal dari bumi Indonesia. Iklim tropis dan kekayaan flora fauna menjadi sumber yang besar bagi obat-obatan tradisional," SBY menjelaskan.

"Saya yakin di Tiongkok juga memiliki sumber-sumber besar dalam pengobatan tradsional. Saya bangga menjadi sahabat BUCM. Silahkan datang ke Indonesia. Indonesia juga sangat indah,"undang SBY. "Dengan saling berkunjung semoga persahabatan semakin erat," kata SBY. (osa/win)