Berita Utama
Selasa, 28 Oktober 2008, 14:41:09 WIB
Keterangan Pers Presiden
Penurunan Harga BBM Terus Dikaji
Presiden SBY saat memberi keterangan pers, usai ratas dengan Menkeu dan Menneg ESDM, di Kantor Presiden, Selasa (28/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Kita telah melakukan exercise. Tidak boleh kita tergopoh-gopoh, nanti seolah-olah kita hanya ingin mendapatkan insentif politik. Tidak boleh dan tidak bagus," kata Presiden, usai rapat terbatas dengan Menkeu Sri Mulyani dan Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Pemerintah terus mengkaji secara rasional dan jernih soal kemungkinan penurunan harga BBM. "Kalau itu baik buat rakyat kita, dan memungkinkan untuk diturunkan, kebijakan itu akan kita lakukan," Presiden menegaskan.
"Sesunguhnya saya sudah meminta Menteri ESDM dan jajaran pemerintah terkait untuk mulai melakukan exercise, untuk sebuah kemungkinan penurunan harga BBM. Saya memang minta tidak perlu ada publikasi, karena memang harga minyak ini meskipun terakhir ini turun, tapi setiap saat bisa terjadi naik turun atau up and down," Presiden menambahkan.
Setelah langkah-langkah exercise ini, lanjut Presiden SBY, dilakukan pula diskusi mendalam Menteri Keuangan dan Menteri ESDM. Pemerintah juga telah dan sedang melakukan konsultasi dengan DPR RI karena persoalan harga BBM ini berkaitan dengan subsidi dan subsidi merupakan bagian dari APBN.
"Sesungguhnya dengan penurunan harga crude subsidi memang berkurang, namun penerimaan negara dari crude juga berkurang," Presiden menjelaskan. Pemerintah sedang mengkaji faktor-faktoryang menentukan harga Indonesia Crude Price (ICP) sebelum mengambil opsi kemungkinan penurunan harga BBM. Hal ini dikaitkan dengan subsidi setahun tahun 2008, dikaitkan pula dengan kurs rupiah dan faktor-faktor lain.
"Sekarang sedang secara intensif sedang kita lakukan dan andaikata nanti semuanya pas, saya akan mengambil keputusan untuk perubahan harga BBM ini. Kita pastikan, kalau nanti tiba-tiba satu saat naik lagi, ya kenaikan harga itu tidak boleh lebih tinggi daripada harga sekarang," ujar Presiden SBY.
"Harga sekarang ini katakanlah ceiling price (batas atas). Harapan kita, kalau ini turun terus dan betul-betul hitungannya pas, maka itu menjadi kewajiban moral saya untuk meringankan beban saudara-saudara kita dengan penurunan harga BBM ini," tegas Presiden SBY. "Pertanyaannya adalah kapan ? Kemudian berapa banyak ? Inilah gunanya exercise." Presiden menegaskan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kejelasan mengenai hal ini.
Presiden menambahkan, akibat krisis keuangan global terjadi penciutan pasar. Permintaan terhadap produk Indonesia menurun, termasuk terhadap produk bahan bakar nabati. "Oleh karena itu apa yang telah kita lakukan secara intensif, sejak 2005-2006, untuk betul-betul kita mengembangkan bahan bakar nabati waktu itu sesungguhnya untuk menyelamatkan uang kita dari harga BBM fosil yang mahal. Dan dengan BBM diharapkan selain ramah lingkungan memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk juga. Harganya bisa lebih terjangkau," kata Presiden. Dan sekarang yang terjadi, lanjut SBY, meskipun harga minyak turun, tapi harga jual produk CPO kita di luar negeri juga rendah.
"Kebijakan politik dagang kita akhirnya meniscayakan untuk betul-betul bisa digunakan lebih banyak lagi di dalam negeri. Saya juga minta pada Menteri ESDM, Pertamina, untuk segera melaksanakan langkah-langkah nyata, konkret. Jangan sampai ada jarak keputusan yang kita ambil dengan implementasinya di lapangan. Pendek kata, semua langkah kita lakukan, krisis keuangan global ini belum reda. Saya baru pulang dari Beijing, semua pemimpin dunia menghadapi hal yang sama. Sebagian sama dengan persoalan bangsa Indonesia , sebagian lebih buruk, sebagian mungkin lebih ringan," jelas Presiden SBY. (win)



