Berita Utama

Presiden Hadiri Puncak Peringatan Sumpah Pemuda ke-80

Presiden SBY menganugerahi Satyalancana Wirakarya kepada almarhum Sophan Sophiaan yang diterima Widyawati, pada upcara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-80, di TMII, Selasa (28/10) sore. (foto: abror/presodensby.info)
Presiden SBY menganugerahi Satyalancana Wirakarya kepada almarhum Sophan Sophiaan yang diterima Widyawati, pada upcara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-80, di TMII, Selasa (28/10) sore. (foto: abror/presodensby.info)
Jakarta: Kendati hujan turun deras, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani menghadiri puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-80 tahun, di Gerbang Utama Taman Mini Indonesia Indah, pada Selasa (28/10) sore. Di dalam acara tersebut pula, dibacakan "Ikrar Bersama Anak Bangsa" guna memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa.

Tujuan acara yang bertemakan "Mewujudkan Pemuda yang Relijius Berbangsa dan Bernegara" ini adalah walaupun Indonesia sudah merdeka, namun sudah mengalami perubahan. "Sayangnya, dalam perkembangannya masyarakat yang ada di Indonesia telah mengalami perubahan sehingga perlu lebih disempurnakan lagi dengan membacakan “Ikrar Bersama Anak Bangsa” agar lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia" ujar Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini diserahkan piagam Penghargaan kepada 22 orang pemuda berprestasi dan tokoh masyarakat yang memberikan inspirasi kepada pemuda untuk memiliki karya yang bermanfaat bagi bangsa oleh Menneg Pora. Mereka yang mendapatkan penghargaan diantaranya adalah, Anis Baswedan, Idris Sardi, Andi F. Noya, Grup Bimbo, Dick Doank, Suwono, Ade Suwarsa, Martanti Endah Lestari, Sri Astuti, Siti Aisyah, Dwi Arianto Nugroho dan Rizky Febriana.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Pembacaan Keputusan Kongres Pemuda 1928 dan Sumpah Pemuda oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Jawa Barat, Dian Rahardian.

Acara puncaknya adalah pembacaan "Ikrar Bersama Anak Bangsa" diikuti sekitar 450 peserta tokoh dan perwakilan suku bangsa dari seluruh Indonesia termasuk suku India-Indonesia, Arab-Indonesia, Tionghoa-Indonesia dan pemuka umat beragama di Indonesia. Ikrar tersebut menggetarkan hati, mengajak seluruh anak bangsa Indonesia menyatukan kembali visi wawasan kebangsaan yang tergerus, dengan membentuk kesepakatan untuk Sumpah Pemuda.

"Kami, anak bangsa Indonesia dari bermacam suku dan budaya. Beragam keyakinan dan agama. Berbagai daerah dan kepulauan yang terentang dari Sabang sampai Merauke ini berikrar. Untuk meneruskan, berbuat mewujudkan butir-butir Sumpah Pemuda : Bertanah air satu, tanah air Indonesia, Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Menjungjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia". Begitulah bunyi ikrarnya, yang pembacaannya dipimpin oleh Dominikus K. Amote. Setelah itu, seluruh siswa-siswi yang hadir, membacakan ikrar Pemuda Anti Narkoba, yang isinya mengatakan bahwa pemuda Indonesia akan selalu menjaga diri serta menjauhi narkoba.

Usai menyaksikan pembacaan ikrar, Presiden SBY menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya berdasarkan Keputusan Presiden No. 019 Tanda Kehormatan tahun 2008 kepada (alm.) H. Sophan Sophiaan yang akan diterima ahli waris Ibu Widyawati. Sophan adalah seorang aktor, sutradara, dan ketua perwakilan fraksi PDIP di DPR.

"Para pemuda pejuang kemerdekaan, telah berjuang untuk bangsa dan negara. Para pemuda berjuang merebut kemerdekaan. Para pemuda berjuang dalam menegakkan kedaulatan, dan tidak pernah absen dalam melaksanakan tugasnya," kata SBY.

Namun, tugas kita dalam membangun bangsa belum selesai. Oleh karena itu, Presiden SBY berharap bahwa seluruh pemuda-pemudi Indonesia memiliki semangat dan tekad berjuang membangun bangsa untuk hari esok yang lebih baik. "Mari lanjutkan agenda nasional kita, laksanakan transformasi, juga reformasi dan bangun kembali ekonomi kita setelah kita alami krisis 10 tahum yang lalu," ujar SBY.

Setelah memberikan sambutan, Presiden SBY menekan tombol sirene sebagai tanda Penyebaran Pesan Anti Narkoba melalui SMS. Pada saat penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti, Presiden RI didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Ketua Badan Narkotika Nasional, Gubernur DKI Jakarta dan Dirut PT Telkom.

Sebelum acara selesai, seluruh tamu undangan dihibur dengan Konser Indonesia Bangkit yang membawakan lagu-lagu berjudul "Ku Yakin Sampai Disana” karya SBY, "Indonesia Jaya", Medley Nusantara, serta "Gebyar-Gebyar" dan "Bendera" oleh Band Cokelat.

Turut hadir memeriahkan acara tersebut antara lain pejabat eksekutif, yudikatif, legislatif, MPR, DPR, Bupati, Walikota, Gubernur serta 50 negara sahabat untuk hadir sebagai saksi para anak bangsa melakukan ikrar generasi muda bangsa Indonesia. (mit)