Berita Utama

Presiden pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Marilah Cerdas Menghadapi Globalisasi

Presiden SBY, didampingi Menneg Pora Adhyaksa Dault, pada peringatan hari Sumpah Pemuda ke-80  di TMII, Selasa (28/10) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Menneg Pora Adhyaksa Dault, pada peringatan hari Sumpah Pemuda ke-80 di TMII, Selasa (28/10) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Bangsa Indonesia menghadapi tantangan-tantangan baru, yaitu tantangan dari luar dan dalam. Tantangan dari luar adalah tantangan globalisasi. Kita semua tahu, globalisasi disamping membawa kebaikan, juga mendatangkan ancaman dan keburukan yang perlu kita bendung. "Marilah cerdas mengharapi globalisasi. Yang baik kita terima, yang jelek kita tangkal," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-80 tahun 2008, di Gerbang Utama Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (28/10) sore.

Tantangan dari dalam adalah saat ini kita aplikasikan sistem desentralisasi dan otonomi daerah. "Ini adalah pilihan kita, ini adalah cara terbaik dalam menjalankan kehidupan bernegara dan roda pemerintahan. Kalau tidak kita tangani dengan baik, akan muncul permasalahan-permasalahan seperti primordialisme yang berlebihan," ujar SBY.

Saat ini, Presiden mendapat kabar dari Ketua DPR Agung Laksono bahwa Undang Undang Anti Diskriminasi telah disahkan. "Insya Allah, dengan Undang-undang yang kita miliki, kita bisa menjunjung tinggi persatuan, kebersamaan dan kemajemukan kita sebagai bangsa," SBY menambahkan.

Menurut SBY, dunia saat ini sedang bergejolak dan sarat akan tantangan. "Oleh karena itu, perjuangan kita sebagai bangsa untuk ikut membangun dunia yang lebih adil dan sejahtera, harus terus dilanjutkan," kata SBY kepada seluruh pemuda bangsa yang hadir. (mit)