Berita Utama
Sabtu, 1 November 2008, 11:03:32 WIB
SBY Membuka Ekspo dan Simposium Jepang-Indonesia
Presiden SBY dan Ibu Ani berbincang dengan mantan PM Jepang, Yasuo Fukuda, pada pembukaan Ekspo dan Simposium Indonesia-Japan, di Kemayoran, Sabtu (1/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Ekspo bertemakan "Together Redefining a Better Tomorrow" ini adalah salah satu acara peringatan terbesar yang menjadi bagian penutup “Tahun Persahabatan” Indonesia-Jepang. Ekspo mentampilkan beraneka macam pameran, meliputi kebudayaan, kesenian, kesehatan, sains dan teknologi ultra-modern, seperti teater khusus di mana orang bisa merasa seolah-olah sedang berwisata di Jepang dengan naik kereta api Shinkansen walaupun berada di Jakarta. Juga terdapat informasi mengenai kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia. Sedangkan simposium menampilkan pembicaraan terkait dengan hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua negara.
Menurut mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda, persahabatan Indonesia dan Jepang terus dibina melalui berbagai bidang sejak awal terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara. "Pada tahun ini, yang merupakan `Tahun Persahabatan` untuk menyambut 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, kalangan pemerintah dan swasta di kedua negara bekerja sama dengan erat dalam penyelenggaraan beraneka ragam acara perayaan. Melihat hal demikian, saya merasa betapa luasnya jalinan hubungan persahabatan antara kedua negara kita. Atas daya dan segala upaya keras semua pihak yang bersangkutan di kedua negara bagi suksesnya Tahun Persahabatan. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," kata Fukuda.
Penting bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk meneruskan sejarah persahabatan ini kepada generasi baru. Fukuda senang dengan banyaknya orang muda yang mengunjungi ekspo ini. "Sungguh berbahagia rasanya bila ekspo ini dapat menjadi sarana pendorong diperluasnya pertukaran dan diperdalamnya saling pengertian lintas-generasi antara kedua negara, dalam menyongsong setengah abad selanjutnya," Fukuda menambahkan.
Pada kesempatan ini diserahkan Penghargaan Pemerintah Jepang kepada enam orang penerima oleh Dubes Jepang untuk Republik Indonesia, Kojiro Shiojiri. Keenam orang tersebut adalah Rachmat Gobel (Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang), Sidharta A Martoredjo (dari PPIJ, Nandang Rahmat (mantan Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang). Lalu Ketua Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia, Bachtiar Alam, Ketua Asosiasi Studi Jepang di Inonesia(ASJI), Sheddy N. Tjandra, Direktur Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia dan Meizar Abdullah, Ketua Pusat Pengkajian Jepang, Universitas Nasional.
Sebelum membuka ekspo dan simposium, Presiden SBY menerima Yasuo Fukuda dan Dubes Jepang Kojiro Shiojiri. Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Ketua DPD RI selaku ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang Ginandjar Kartasasmita dan Mensesneg Hatta Rajasa.
Presiden SBY menyatakan bahagia atas hubungan erat Indonesia dengan Jepang. "Penggerak utama dari hubungan persahabatan Indonesia dengan Jepang, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Termasuk mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan seperti pertukaran pelajar, seni dan lain sebagainya. Kerja sama harus lebih banyak lagi dilaksanakan," jelas SBY. Karena, lanjut SBY,di masa mendatang, kedekatan hubungan antara Indonesia dan Jepang akan menjadi aset. "Kedekatan hubungan ini akan menjadi aset. Modal bagi masing-masing bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan yang terus menerpa dunia. Apakah itu krisis energi, krisis pangan, krisis perubahan iklim," ujar SBY.
Mendampingi Presiden dalam acara ini, antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mentan Anton Apriyantono, Menhut MS Kaban, Menneg LH Rachmat Witoelar, Panglima TNI Djoko Santoso serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)



