Berita Utama
Selasa, 11 November 2008, 11:12:15 WIB
Diresmikan, Sistem Peringatan Dini Tsunami
Presiden SBY meresmikan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia, di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, hari Selasa (11/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Kepala BMKG, Sri Woro B. Harijono melaporkan, BMKG memprioritaskan dua program utama. Pertama, program yang berkaitan dengan iklim-cuaca dan kualitas udara, termasuk mempelajari perubahan iklim global yang kemudian membawa perubahan penamaan BMG menjadi BMKG. Kedua, program yang berkaitan dengan kegempaan dan tsunami. "Penyelesaian pembangunan Tsunami Early Warning System (TEWS) tahap pertama telah menunjukkan konsistensi pemerintah Indonesia sejak awal tahun 2005 pada acara Jakarta Summit dimana Bapak Presiden secara tegas menyatakan rencana pembangunan TEWS di Indonesia akan diselesaikan secepatnya. Alhamdulillah TEWS dapat diselesaikan pada akhir 2008," kata Sri.
Kemajuan yang dicapai Indonesia dalam kecepatan penghitungan lokasi dan kekuatan gempa telah menimbulkan harapan bagi pihak internasional terhadap Indonesia. "Indonesia diharapkan dapat menjadi Regional Tsunami Watch Provider yang merupakan sumber pertama untuk informasi tsunami bagi negara-negara di kawasan lautan Hindia," Sri Woro menjelaskan.
Presiden SBY memberikan ucapan selamat dan terimakasih kepada segenap instansi pemerintah RI atas kerja keras dan kerjasamanya dalam membangun Sistem Peringatan Dini di Indonesia. Presiden SBY juga mengucapkan terimakasih kepada negara-negara sahabat, utamanya Jerman, Cina, Jepang, Perancis, Australia, dan AS serta lembaga-lembaga dunia utamanya UNESCO dan PBB, yang telah membantu percepatan pengembangan Sistem Peringatan Dini.
"Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia merupakan komitmen dan kesadaran bangsa Indonesia yang berada pada wilayah dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi untuk selalu waspada terhadap adanya tsunami," ujar SBY. "Pembangunan sistem peringatan dini yang juga telah memperoleh dukungan dari berbagai negara dan PBB merupakan wujud perhatian masyarakat internasional untuk mengurangi dampak bencana tsunami," lanjutnya
Di akhir sambutannya, Presiden SBY juga membuka secara resmi dua konferensi, yaitu International Conference on Tsunami Warning dan Asian Conference on Disaster Reduction.
Sebelum meninggalkan tempat acara, Presiden SBY meninjau fasilitas pelayanan data dan informasi BMKG. Presiden SBY menyaksikan demonstrasi Decision Support System (DSS) dan simulasi pengiriman tsunami warning. SBY menekan sirine peringatan bencana tsunami yang berbunyi di 20 lokasi pantai di Indonesia. Disela-sela peninjauan tersebut Presiden SBY melakukan video conference dengan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf dan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi yang menjelaskan sistem kesiapsiagaan di NAD dan Sumbar.
Hadir dalam acara tersebut antara lain, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menristek Kusmayanto Kadiman, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Parlimentary State Secretary Jerman Thomas Rachel dan Direktur International Strategy for Disaster Reduction Salvano Brisceno. (osa)



