Berita Utama

Panen Hibrida Bernas di Sukabumi

Presiden: Bantu dan Dorong Prakarsa Anak Bangsa, Siapapun Dia

Presiden SBY menyerahkan bantuan pada acara  panen padi hibrida di Situ Mekar, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/11) siang. (foto: haryanto/presidens.info)
Presiden SBY menyerahkan bantuan pada acara panen padi hibrida di Situ Mekar, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/11) siang. (foto: haryanto/presidens.info)
Sukabumi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, hari Rabu (12/11) pagi melakukan panen Hibrida Bernas bersama petani di Desa Situ Mekar, Lembur Situ, Sukabumi, Jawa Barat. Selain melakukan panen bersama petani, Presiden SBY juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelompok petani berupa benih hibrida, pupuk ponska dan pupuk petroganik.

Dalam sambutannya Presiden antara lain mengintruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk membantu, dan mendorong dan menfasilitasi prakarsa anak bangsa, siapapun dia. Apakah kelompok tani, perusahaan yang bergerak dibidang pertanian, perguruan tinggi yang ingin meningkatkan produksi pangan, agar dibantu. Jangan dipersulit. "Kalau didorong dan dibantu, akan timbul budaya inovasi, budaya teknologi. Bangsa yang maju disamping berahklak baik, bermental kuat, rukun, menguasai iptek, mari kita dukung datangnya teknologi yang memajukan dibidang pertanian ini," kata Presiden SBY

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Herywan dalam sambutannya bertekad mempertahankan gelar ketahanan pangan unggulan bagi Provinsi Jawa Barat. "Dengan kehadiran Presiden SBY di tengah-tengah kesibukan mengatasi cobaan yang dialami bangsa Indonesia akibat dampak krisis global, menjadi motivasi kami untuk meningkatkan lagi produksi pertanian kami, paling tidak dari target nasional sebesar 60 juta ton, Jawa Barat akan berkontribusi sekitar 25 persen," kata Ahmad Heryawan.

Sementara itu, direktur PT Sumber Alam Sutera Babay Chalimi, menyampaikan bahwa padi yang dipanen di Situ Mekar ini ditanam di lahan seluas 10 hektar dengan hasil perhektar 16,64 ton, dengan jenis padi hibrida Bernas Prima, Bernas Super dan Bernas Rokan dengan masa tanam 97 hari. "Lahan 10 hektar ini dikelola oleh kelompok tani Harum I. Mereka ini bekerja sesuai anjuran dari petugas pertanian dan pendamping. Padi tumbuh dengan sehat serta terhindar dari serangan hama penyakit," katanya.

Untuk tahun 2008, pemerintah menyediakan benih padi sebanyak 308,979 ribu ton untuk lahan seluas 12,66 juta hektar. Jumlah dukungan bantuan dan subsidi benih senilai Rp. 1,345 triliun. Selama tiga tahun ini, program revitalisasi pertanian mengalami pencapaian cukup tinggi, bahkan capaian swasembada beras sejak masa orde baru.

Usai sambutan, Presiden SBY didampingi Ibu Ani, meninjau sekaligus melakukan panen padi hibrida.Tampak hadir mendampingi
Presiden antara lain Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Seskab Sudi Silalahi, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Dirut Bulog Mustafa Abubakar, Pimpinan Bank BUMN serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)