Berita Utama
Rabu, 12 November 2008, 13:38:54 WIB
Presiden di Sukabumi:
Tahun Depan Subsidi Pertanian Rp 33 T
Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan panen padi hibrida di Situ Mekar, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/11) siang. (foto: abror/presidens.info)
"Kalau kita tidak mengimpor beras, dan mudah-mudahan kita bertahan, pertama kita tidak kehilangan devisa karena membeli itu dalam bentuk dollar. Karena itu menyedot devisa kita. Kedua, kalau harga di dunia gonjang-ganjing, membelinya pun mahal sekali. Uang kita tersedot membeli yang mahal itu. Kalau kita tidak mengimpor, perdagangan dalam negeri lebih bagus, lebih baik untuk pertaniannya, utamanya beras dan kehormatan kita sebagai bangsa meningkat," kata Presiden. Untuk itu mari kita gerakkan kemandirian pangan, mari kita menjadi bangsa yang madiri dibidang pangan utamanya pangan utama seperti beras, lanjut Presiden.
Presiden juga memaparkan hasil yang dicapai selama 4 tahun memimpin,mengembang amanah sebagai Presiden, berdasarkan data dari menteri dan pejabat terkait. "Tahun 2005 produksi beras kita seluruh Indonesia 51 juta ton gabah kering giling. Tahun 2006 naik 54 juta ton atau naik, 0,56 persen. Tahun 2007 naik lagi menjadi 57 juta ton. Ini kenaikan tertinggi dalam waktu dua belas tahun," kata Presiden disambut aplaus panjang ribuan petani dan undangan yang hadir. Tahun 2008 ini, lanjut Presiden SBY, insya Allah menurut perhitungan BPS , produksi kita akan mencapai 60 juta ton dengan kenaikan 5,46 persen sejarah mencatat rekor baru. "Mari kita pertahankan," kata Presiden.
Mengenai subsidi bidang pertanian, tambah Presiden SBY, meliputi subsidi pangan, infrastruktur, pupuk, benih, kredit pangan. "Tahun 2005 subsidinya Rp. 9 trilyun, tahun ini Rp. 29 trilyun, tahun depan insya Allah DPR- RI dan pemerintah sudah setuju angkanya Rp.33 trilyun," kata Presiden SBY.
"Untuk subsidi pupuk subsidinya sudah cukup besar. Tahun 2005 sebesar Rp. 2,5 trilyun, tahun 2006 Rp. 3 trilyun, dan mau tahu tahun 2008 ini, Rp. 15 trilyun, tahun depan 17 trilyun. Tapi ingat pertanian semakin berkembang, kita juga harus meningkatkan angka ini. Saya hanya ingin membuktikan dan menjelaskan dengan obyektif bahwa anggaran pertanian, termasuk subsidi dan bantuan terhadap petani, terus kita tingkatkan dalam jumlah yang makin besar. (win)



