Berita Utama

Presiden Pimpin Sidang Kabinet Sebelum Bertolak ke AS dan Amerika Latin

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (12/11) malam memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden. Presiden SBY mengundang para menteri dan jajarannya sehubungan dengan keberangkatan rombongan Presiden ke Amerika dan Amerika Latin guna mengikuti pertemuan G20 dan KTT APEC. "Karena perjalanan memakan waktu yang cukup panjang, Presiden SBY memberikan arahan-arahan kepada para menteri," jelas Mensesneg Hatta Rajasa.

"Arahan Presiden SBY yang pertama adalah agar APBN betul-betul dijalankan dengan disalurkan dengan tepat. Jangan ada kendala dan hambatan. Harus cepat dan tepat, karena ini akan sangat membantu sektor riil," Hatta menerangkan. "Kedua, Presiden memberikan arahan kepada menteri-menteri terkait terutama yang membidangi infrastruktur agar proyek-proyek infrastruktur yang sudah berjalan maupun yang sedang dalam proses untuk pembiayaannya itu betul-betul dijalankan," lanjutnya. Proyek-proyek tersebut besar dan menyerap tenaga kerja yang besar pula. Disamping itu, pembangunan proyek itu juga memberikan stimulus di dalam sektor riil yang saat ini memang memerlukan dukungan.

"Arahan Presiden SBY yang ketiga adalah agar para menteri menindaklanjuti apa yang menjadi arahan-arahan Presiden terutama yang terkait dengan sektor riil yang sudah disampaikan Presiden. Ada 10 butir arahan Presiden pada saat bertatap muka dengan para pengusaha, perbankan dan pengamat ekonomi. Ini harus diimplementasikan pada tindakan-tindakan yang dapat membantu sektor riil, sehingga diharapkan hal-hal yang menjadi kendala harus segera diselesaikan. Contoh, ada yang mau invest, tapi lahannya tumpang tindih, harus diselesaikan," tegas Hatta.

Selama Presiden SBY melakukan lawatan ke luar negeri, ujar Hatta, Presiden SBY minta kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menangani urusan-urusan di dalam negeri. "Hal-hal yang sangat prinsip tentu dikomunikasikan dengan Presiden," Hatta menerangkan. Hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhan Juwono Sudarsono, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri PU Djoko Kirmato, Gubernur BI Boediono dan Kepala BKPM M.Lutfi. (osa)