Berita Utama
Senin, 17 November 2008, 07:37:00 WIB
Meksiko Siap Beli Gas dan Batubara Indonesia
Mexico City: Tiga perusahaan besar Meksiko siap membeli gas alam cair atau LNG dan batubara dari Indonesia. Tahun depan rencana itu akan terrealisasi. Begitulah hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tiga pimpinan perusahaan Meksiko, yakni Tamssa-Axtellarat Energy, Sempra Energy, dan Transportation Maritim Mexican (TMM), di Hotel Presidente Intercontinental, Mexico City, Minggu (16/11) sore waktu setempat (dinihari di Indonesia). Pertemuan ini berlangsung dalam format One-on-One Meeting.Sempra Energy mempunyai 3 terminal di Baha, Kalifornia, Amerika Serikat. "Kebutuhan LNG mereka akan dikirim dari Tangguh mulai semester kedua tahun depan.," Menter Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, usai mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.
Kebutuhan energi Sempra ini sekitar 3,7 juta ton pertahiun atau hampir separuh dari kapsitas Tangguh. "Sebagian dikirim ke Meksiko, sebagian ke Kalifornia. "Sempra melaporkan terminalnya sudah siap, dan mereka sudah mengunjungi terminal Tangguh. Diharapkan rahun depan gas bisa dialirkan ke Kalifornia," Purnomo menambahkan. Dari penjualan LNG Tangguh ini senilai 1 miliar dolar AS. "Dari pendapatan ini, 65 persen untuk pemerintah dan 35 untuk Tangguh," ujarnya.
Sedangkan Tamssa-Axtellarat sedang menjajaki kemungkinan membangun dua terminal gas di Gresik (Jawa Timur) dan Banten. Mereka akan bekerjasama dengan konsorsium Pertamina-Perusahaan Gas Negara (PGN)-Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Axtellarat ini punya keahlian membangun terminal di laut," kata Purnomo. Gas dari dua terminal yang akan dibangun perusahaan Meksiko ini untuk memenuhi kebutuhan pulau Jawa.
Perusahaan ketiga, TMM, akan membeli batubara 6 juta ton pertahun untuk pemnbangkit listrik di Meksiko. Selama ini TTM mendapatkan batubara dari negara Amerika Latin, tapi pasokan batubara di kawasan ini mulai menurun. "Mereka mulai dengan mengimpor 3 juta pertahun dan terus meningkat 6 juta ton," Purnomo menuturkan. Pelabuhan atau port batubara untuk kepentingan ini belum siap. "Tapi, dalam pertemuan dengan Presiden, pimpinan TTM menyatakan siap membangun port untuk mempercepat pembelian batubara itu," lanjut Purnomo.
Ketika melakukan One-on-One Meeting dengan pimpinan tuga perusahaan Meksiko ini Presiden SBY didampingi oleh Menlu Hassan Wirajuda, Menteri ESDM Purnomo, Mendag Mari E.Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, serta kedua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A.Mallarangeng. (har)



